Kongo Diserang Wabah Misterius, Legislator Minta Pintu Keluar Masuk RI Diperketat
Perlu diperketat izin kunjungan atau wisata ke Kongo, dan juga Afrika secara umum
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina mendesak pemerintah memperketat akses masuk bagi WNA asal Afrika untuk mencegah potensi penyebaran penyakit misterius ke Indonesia, terutama yang berasal dari Negara Kongo. Wabah penyakit tersebut dikabarkan sudah menelan korban 143 jiwa.
"Saya minta Pemerintah segera memperketat akses masuk WNA, khususnya dari Kongo, Afrika. Mau itu darat, udara maupun akses masuk via pelabuhan. Wabah penyakit misterius di Kongo tidak boleh sampai lolos masuk ke negeri kita," katanya, Kamis (12/12/2024).
Politkus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mendorong pemerintah untuk memperketat izin bagi siapapun WNI yang akan berkunjung ke Kongo.
"Selain itu juga perlu diperketat izin kunjungan atau wisata ke Kongo, dan juga Afrika secara umum. Bagaimana mitigasinya saya kira pemerintah sudah memahami, tapi yang penting adalah pencegahannya tentu harus maksimal," ungkap Arzeti.
Arzeti yang juga legislator dapil Jatim I ini menambahkan, Indonesia sudah punya pengalaman wabah dahsyat pada medio 2019-2022 yang lalu, yaitu Covid-19. Menurutnya langkah cepat penanganan wabah di Indonesia sudah semestinya bisa lebih optimal.
"Ya, kita sudah pernah mengalami badai wabah Covid-19. Itu adalah pelajaran penting untuk kita. Dan seharusnya bisa lebih optimal mencegah jika ada wabah baru, misalnya yang dari Kongo," ujar mantan model dan presenter ini.
Sedikitnya 143 orang meninggal akibat penyakit seperti flu di barat daya Kongo dalam dua minggu terakhir ini. Pihak berwenang mengatakan kematian itu tercatat antara tanggal 10-25 November di zona kesehatan Panzi di provinsi Kwango.
Menteri Kesehatan Provinsi Kwango, di negara Kongo, Apollinaire Yumba, pada akhir pekan lalu mengatakan kepada wartawan bahwa gejala-gejala yang muncul mencakup demam, sakit kepala, batuk dan anemia.
Wakil gubernur provinsi, Rémy Saki pada hari Selasa (3/12)/2024 mengatakan kepada Associated Press bahwa antara 67 hingga 143 orang telah meninggal.
“Sebuah tim ahli epidemiologi diharapkan berada di wilayah tersebut untuk mengambil sampel dan mengidentifikasi masalahnya,” katanya.
Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan Kongo dilanda wabah cacar air, di mana lebih dari 47.000 kasus yang dicurigai dan lebih dari 1.000 orang telah meninggal dunia.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKKomite IV DPD Rampungkan Uji 23 Calon Anggota BPK, 10 Nama Bakal Direkomendasikan ke DPR
Rozie Winata·Beberapa detik yang lalu -
POLITIKUcapan "Bacot Kamu" di Rapat DPR, Fernando Emas Desak MKD Periksa Willy Aditya
Rozie Winata·31 menit yang lalu -
KRIMINALMantan Wali Kota Sibolga Jamaludin Pohan Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pasar Ikan Modern
Rozie Winata·47 menit yang lalu -
E-SportOCA: E-sports akan Tetap Jadi Cabang Olahraga Bermedali di Asian Games
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALPemukim Israel Merusuh di Desa Tepi Barat, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KESEHATANSiaga Influenza A, RSUD dr Pirngadi Medan Perketat Skrining dan Surveilans
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
E-SportTimnas MLBB Indonesia Bantai Arab Saudi 2-0, Tantang Filipina di Playoff Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
SUMUTPenerimaan Zakat Triwulan III Baznas Sumut Naik Rp5 Miliar
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
KRIMINALDugaan Kekerasan Seksual, Seorang IRT Laporkan Oknum Polres Tapteng
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan