Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain dengan Drone, IRGC Ancam Tingkatkan Serangan

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain dengan Drone, IRGC Ancam Tingkatkan Serangan. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan drone yang menargetkan pangkalan militer AS di Bahrain, Rabu (10/6/2026) dini hari.

Menurut pernyataan IRGC yang dikutip dari media Iran dan dilansir AFP, serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas operasi militer Amerika Serikat di sejumlah wilayah Iran, termasuk Jask, Sirik, dan Qeshm.

IRGC menuduh serangan AS menyebabkan kerusakan infrastruktur sipil di wilayah Sirik, termasuk jaringan telekomunikasi dan dua tangki penampungan air milik warga.

Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian

"Sebagai balasan atas agresi tersebut, kami telah melancarkan serangan drone ke pangkalan Armada Ke-5 Amerika Serikat di Bahrain," demikian pernyataan IRGC.

Kelompok elite militer Iran itu juga menegaskan bahwa serangan serupa dapat terus dilakukan apabila Washington tetap melanjutkan operasi militernya terhadap Iran.

"Kami akan meningkatkan intensitas serangan jika agresi terhadap wilayah kami terus berlanjut," tegas IRGC.

Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, turut menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Melalui unggahan di akun resmi X miliknya, Araghchi menegaskan bahwa Iran siap memberikan respons terhadap setiap tindakan militer yang dianggap mengancam kedaulatan negaranya.

"Meskipun mereka telah mengalami kegagalan di medan pertempuran, Amerika Serikat tampaknya masih ingin menguji tekad kami. Angkatan Bersenjata Iran tidak akan membiarkan serangan apa pun tanpa balasan," tulis Araghchi.

Pernyataan tersebut menambah panas situasi di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir kembali diwarnai eskalasi ketegangan antara kedua negara.

Baca Juga : Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$685,23 Juta, Dipicu Lonjakan Ekspor 46,29 Persen ​

(Dra/nusantaraterkini.co)