Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50%, Rupiah Berpeluang Kembali Menguat ke Level Rp17.000 per Dolar AS

Kenaikan BI-Rate menjadi 5,50% membuka peluang penguatan rupiah menuju Rp17.000 per dolar AS, didukung meredanya tekanan eksternal.

Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Peluang penguatan kembali terbuka setelah (BI) secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan yang digelar pada Selasa (9/6/2026).

Berdasarkan data , rupiah tercatat berada di level Rp18.058 per dolar Amerika Serikat pada pukul 19.01 WIB. Kenaikan suku bunga tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi pasar dan berpotensi memperkuat posisi mata uang Garuda dalam beberapa waktu ke depan.

Head of Investment Portfolio Strategy Bank Sinarmas, , menilai rupiah masih memiliki peluang untuk kembali bergerak ke kisaran Rp17.000 per . Menurutnya, sejumlah faktor musiman yang sebelumnya menekan rupiah kini mulai mereda.

Ia menjelaskan bahwa tekanan akibat arus keluar modal asing terkait penyesuaian indeks MSCI telah berkurang. Selain itu, kebutuhan valuta asing yang biasanya meningkat pada periode repatriasi dividen dan musim haji juga telah berlalu.

Meski demikian, Ismail menegaskan bahwa faktor eksternal tetap menjadi penentu utama arah pergerakan rupiah ke depan. Salah satu yang paling berpengaruh adalah perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak langsung terhadap .

Menurutnya, jika konflik berkepanjangan dan harga minyak bertahan tinggi, tekanan terhadap perekonomian Indonesia dapat meningkat. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi surplus perdagangan dan memberikan tekanan tambahan terhadap .

Ia menyoroti bahwa data neraca perdagangan Indonesia pada April lalu menunjukkan surplus yang mulai menipis, mencerminkan dampak kenaikan harga energi global terhadap ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Ismail menilai peluang penguatan rupiah akan semakin besar apabila ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mereda. Normalisasi jalur pelayaran di Selat Hormuz diyakini dapat menekan harga minyak ke kisaran USD70 hingga USD80 per barel, sehingga memberikan ruang yang lebih baik bagi stabilitas .

Di sisi lain, keputusan BI menaikkan suku bunga dinilai mulai memberikan respons positif di pasar. Rupiah yang sempat bergerak di atas Rp18.100 per kini menunjukkan tren penguatan dan kembali mendekati level Rp18.000 per dolar AS.

Dengan berkurangnya tekanan eksternal dan meredanya arus keluar modal asing, pasar berharap rupiah dapat melanjutkan penguatannya dalam beberapa bulan mendatang, bahkan berpeluang kembali menembus level Rp17.000 per dolar AS apabila kondisi global semakin kondusif.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait