Imlek di Glodok, Rezeki Juru Parkir Ikut Ngalir
Imlek di Glodok, Rezeki Juru Parkir Ikut Ngalir
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Suasana perayaan Tahun Baru Imlek di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, kembali menghadirkan denyut ekonomi rakyat kecil.
Salah satunya dirasakan oleh Pak Nanang (59), juru parkir yang sudah puluhan tahun mencari nafkah di kawasan bersejarah itu.
Sejak pagi hari, menurut Nanang saat Imlek, lonjakan pengunjung membuat hampir seluruh sudut kawasan dipadati kendaraan roda dua.
“Kalau Imlek begini ramai sekali. Motor bisa penuh di mana-mana, mobil nggak boleh masuk. Dari pagi sampai malam ada saja yang parkir,” kata Nanang saat ditemui di sela-sela kesibukannya, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, di hari biasa penghasilan sebagai juru parkir tidak menentu. Namun saat perayaan Imlek, rezeki terasa jauh lebih baik. Rata-rata pengunjung memberikan uang parkir mulai dari Rp10.000 hingga Rp80.000, tergantung keramaian dan kemurahan hati pengendara.
“Biasanya kalau lagi rame begini, bisa dapat Rp40.000 sekali masuk. Kalau hari biasa ya kecil, kadang malah sepi,” ujarnya.
Nanang juga mengenang bagaimana kawasan Glodok telah banyak berubah sejak ia mulai bekerja di sana pada akhir 1980-an.
Dulu, kawasan ini kerap dilanda banjir, kebakaran, dan konflik antarwarga. Namun kini, wajah Glodok jauh lebih tertata dan aman bagi pedagang kecil maupun pekerja informal seperti dirinya.
“Dulu sering banjir, kebakaran, ribut. Sekarang sudah lebih baik, jalanan diperlebar, orang-orang lebih tertib. Kita juga jadi bisa kerja dengan tenang,” tuturnya.
Ia mengaku bersyukur masih diberi kesempatan mencari nafkah di tengah geliat ekonomi Glodok, terutama saat momentum besar seperti Imlek.
Menurutnya, perayaan budaya ini bukan hanya milik komunitas Tionghoa, tetapi juga menjadi berkah bagi banyak warga kecil yang menggantungkan hidup dari keramaian kawasan tersebut.
“Harapan saya, suasana begini bisa terus ada. Biar orang-orang kecil seperti saya tetap punya peluang cari makan,” pungkas Nanang.
Perayaan Imlek di Glodok memang selalu menjadi magnet warga Jakarta dan wisatawan.
Selain berburu kuliner khas, banyak pengunjung datang untuk merasakan suasana Pecinan yang meriah dan di balik keramaian itu, tersimpan cerita perjuangan para pekerja kecil seperti Pak Nanang yang ikut merasakan berkahnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAPSMS Bantai Persiku 6-0, Kadispora Sumut Ngaku Takjub
Herman Saleh Harahap·4 menit yang lalu -
KRIMINALKomplotan Pencurian Invetaris Palembang Golf Club Diciduk, Dua Masih Buron
Herman Saleh Harahap·11 menit yang lalu -
POLITIKRUU Pemilu, Hensa Ingatkan Threshold Jangan Mengabaikan Suara Pemilih
Herman Saleh Harahap·47 menit yang lalu -
-
POLITIKVideo Call Saat Rapat, Formappi Minta MKD Panggil Moreno Soeprapto
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTAktivis Madina Soroti Kinerja Sagtas PETI, Minta Segera Tindak Aktor Intelektual dan Pendana
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
EKONOMISertifikasi Halal DIminta Tak Jadi Beban Baru bagi UMKM
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan