Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Ditutup Melemah 10,61 Poin ke Level 7.520 di Perdagangan Sesi I Siang Ini

Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Jumat (25/7/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 10,61 poin atau 0,14% ke 7.520 di pasar s

Bagikan:
Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Jumat (25/7/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 10,61 poin atau 0,14% ke 7.520 di pasar spot.
Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Jumat (25/7/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 10,61 poin atau 0,14% ke 7.520 di pasar spot.
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Jumat (25/7/2025) Indeks Harga Saham Gabungan () ditutup melemah 10,61 poin atau 0,14% ke 7.520 di pasar spot.

Sebanyak 234 saham naik, 350 saham turun dan 209 saham stagnan.

Enam indeks sektoral menguat, sedangkan lima indeks sektoral lainnya masuk zona merah.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor keuangan yang naik 1,72%, sektor infrastruktur naik 0,75% dan sektor teknologi yang naik 0,39%.

Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor barang baku yang turun 0,84%, sektor kesehatan turun 0,67% dan sektor transportasi yang turun 0,34%.

Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 12,71 miliar saham dengan total nilai Rp 5,96 triliun.

Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) (3,23%)

2. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) (1,94%)

3. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) (1,52%)

Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) (-3,45%)

2. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) (-2,84%)

3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (-,242%)

Analis Pasar: akan Bergerak Terbatas di Rentang Support 7.500 dan Resistance 7.550.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada penutupan perdagangan Kamis (24/5/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat 0,83% ke level 7.530 di pasar spot.

Analis Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi menilai, penguatan IHSG tersebut disebabkan euforia pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). 

Selain itu, dia juga menangkap adanya potensi penurunan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.

Ini juga ditambah oleh mulai masuknya musim rilis kinerja keuangan masing-masing emiten selama semester I 2025.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, penguatan IHSG ini antara lain dipicu oleh ekspektasi pasar akan semakin banyaknya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan para mitra dagangnya.

Kemarin AS telah menurunkan tarif impor barang dari Jepang menjadi 15% dari sebelumnya sebesar 25%.  AS juga telah mengoreksi tarif impor barang dari Indonesia dari sebelumnya 32% menjadi 19%.

“Sehingga dampak perang dagang akan mereda dan ekonomi global terhindar dari resesi,” ujar Alrich.

Selain itu, penguatan IHSG juga terdorong oleh prediksi Asian Development Bank (ADB) yang menaksir pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% di tahun 2025 dan 5,1% di tahun 2026.

ADB kata Alrich justru menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara menjadi 4,2% dari proyeksi sebelumnya 4,7%. 

“Optimisme akan ekonomi Indonesia yang lebih tangguh dari perkiraan sebelumnya menjadi salah satu faktor yang mendorong rebound saham perbankan,” tambahnya.

Adapun secara teknikal, Alrich bilang tren kenaikan IHSG dalam jangka menengah hingga panjang masih akan menguat selama bertahan di atas level 7.450-7.500. 

Namun dalam jangka pendek, IHSG menurutnya rentan mengalami koreksi terbatas, melihat kondisinya yang berada di area overbought. 

“IHSG diperkirakan akan bergerak pada kisaran 7.480-7.590 pada perdagangan Jumat (25/7),” prediksi Alrich.

Sedangkan prediksi Wafi, IHSG akan bergerak terbatas di rentang support 7.500 dan resistance 7.550.

Pergerakannya menurut Wafi akan dipengaruhi oleh rilis data Purchasing Managers Index (Indeks Manajer Pembelian) dan rilis laporan keuangan emiten di semester I 2025.

Sedangkan menurut Alrich, pasar pada Jumat akan dipengaruhi oleh ketegangan antara China dengan Uni Eropa ketika KTT Uni Eropa-Tiongkok yang ke-25 dimulai pada hari Kamis (24/7). Di sana, Uni Eropa menyerukan kekhawatiran atas ketidakseimbangan perdagangan yang semakin besar. 

Selain itu, delegasi AS kata Alrich dijadwalkan akan bertemu dengan delegasi China di Stockholm, Swedia pada 28-29 Juli 2025 mendatang untuk melancarkan negosiasi perdagangan dan sejumlah topik lain, termasuk pembelian minyak mentah Iran dan Rusia oleh China. 

(wiwin/nusantaraterkini.co)

Tags: #IHSG
Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru