IHSG Berpotensi Tembus 6.200, Analis Rekomendasikan Saham BUVA, ICBP, KLBF, dan VKTR
IHSG diproyeksikan menguat menuju 6.203. MNC Sekuritas merekomendasikan BUVA, ICBP, KLBF, dan VKTR di tengah aksi beli asing.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih memiliki ruang penguatan pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak menuju kisaran 6.083 hingga 6.203, dengan sejumlah saham pilihan yang dinilai menarik untuk dicermati investor.
Berdasarkan riset harian MNC Sekuritas, IHSG pada perdagangan Kamis (9/7/2026) ditutup menguat 0,67 persen ke level 5.912,44. Penguatan tersebut terjadi setelah indeks sempat menyentuh area koreksi di kisaran 5.840 dan diikuti meningkatnya volume pembelian.
Tim Analis MNC Sekuritas menjelaskan, secara teknikal posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase wave b dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario utama. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek.
"IHSG masih berpotensi menguji area 6.083 hingga 6.203. Namun pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi pada rentang 5.752 sampai 5.797," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Untuk perdagangan hari ini, level support diperkirakan berada di 5.486 dan 5.317. Sementara itu, level resistance berada di 6.007 dan 6.286.
MNC Sekuritas juga merekomendasikan empat saham yang layak diperhatikan investor, yakni BUVA, ICBP, KLBF, dan VKTR.
Sementara itu, penguatan IHSG pada sesi sebelumnya turut ditopang aksi beli investor asing pada sejumlah saham sektor nikel, perbankan, dan energi. Meski demikian, secara keseluruhan investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp259,36 miliar di seluruh pasar.
Data IPOT menunjukkan saham Merdeka Battery Materials (MBMA) menjadi incaran utama investor asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp257,3 miliar. Posisi berikutnya ditempati Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp87,5 miliar, Bank Central Asia (BBCA) Rp47,1 miliar, Rukun Raharja (RAJA) Rp40,5 miliar, serta Darma Henwa (DEWA) Rp40,5 miliar.
Sejalan dengan tingginya minat beli asing, saham MBMA menguat 3,77 persen ke level Rp496. Sementara saham DEWA melonjak 11,41 persen menjadi Rp332.
Di sisi lain, investor asing masih melakukan aksi distribusi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham Bintang Mitra Semestaraya (BMSR) mencatatkan nilai jual bersih terbesar sebesar Rp193,2 miliar, disusul Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp191,4 miliar, Mitra Adiperkasa (MAPI) Rp129,9 miliar, Astra International (ASII) Rp51,6 miliar, serta Bukalapak.com (BUKA) Rp44 miliar.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
INTERNASIONALPresiden Israel Tunjuk Saingan Netanyahu Bentuk Pemerintahan Baru
Herman Saleh Harahap·50 menit yang lalu -
NEWSDisindir Said Didu soal LSP, Habiburokhman Singgung Doktrin Perkalian Nol
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJadwal Lengkap Super League dan Championship Indonesia Hari Ini
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
EKONOMIMenaker: Ekonomi Sirkular Buka Peluang Jutaan Lapangan Kerja Baru
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANNihayatul Wafiroh Dorong Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan ke Dunia Kerja
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PERISTIWAPenembakan Massal di Krakow Polandia Tewaskan Enam Orang
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSKapolri Didesak Buka Daftar Korban Penyadapan yang Seret Mantan Petinggi Polri
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PERISTIWATNI Temukan Black Box M-17 yang Jatuh Saat Tugas Karhutla
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
E-SportMPL ID Season 18: BTR Tumbangkan TLID 4-3, Melaju ke Grand Final
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan