Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Pemalang Robohkan Bangunan dan Pohon Besar

Hujan deras disertai angin kencang di Pemalang merobohkan pohon dan merusak bangunan pasar. Dua satpam terluka, kerugian materiil capai Rp50 juta.

Salah satu kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang di Pemalang, Rabu (4/3/2026).(foto: ragil/nusantaraterkini.co)
Salah satu kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang di Pemalang, Rabu (4/3/2026).(foto: ragil/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co,  - disertai melanda wilayah pasar pagi, Kecamatan Pemalang Kota, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026). Kondisi ini menyebabman pada sore bangunan toko dan pos satpam di Pasar Pemalang mengalami kerusakan.

Berdasarkan laporan pihak berwenang yang diterima awak media, kejadian berawal pada pukul 16.20 WIB. Kabupaten diguyur hujan dengan intensitas tinggi, khususnya di wilayah perkotaan Pemalang.

Guyuran hujan lebat disertai tersebut menyebabkan sebuah Pohon Beringin yang tumbuh di sekitar area pasar roboh dan menimpa pos keamanan pasar pagi, mengakibatkan dua orang mengalami luka - luka. Tidak hanya itu, dua atap teras bangunan toko milik warga yang terbuat dari baja ringan, terbang terbawa angin.

Tidak ada korban jiwa, dalam peristiwa ini, hanya dua personel satpam Kusnari ( 53 ) mengalami luka sobek di kepala dengan 3 jahitan dan Sunardi ( 60 ) mengalami luka luka di kedua tangan. Semetara kerugian materiil di alami Daumi ( 56 ) sekitar Rp 50.000.000, akibat bangunan toko miliknya diterjang tiupan angin kencang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang Agus Ikmaludin, mengatakan , memberikan keterangan, kondisi sudah terkendali dan normal.

"Akses jalan sudah mulai bisa dilalui kendaraan, di titik lokasi Jalan Raya Bantarbolang masih penanganan kabel dan tiang listrik oleh PLN Pemalang, beberapa rumah terdampak sudah selesai dievakuasi, begitu juga penanganan yang menimpa rumah," ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Dikatakannya, saat ini diperlukan penataan kembali oleh pihak-pihal terkait. Sehingga, bisa kembali normal.

(Rgl/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru