Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Hadapi Persaingan Dagang, Komisi IV Minta KKP Dukung Pemberdayaan Nelayan Kecil

Anggota Komisi IV Rina Sa’adah meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perhatian lebih kepada pemberdayaan pembudidaya ikan skala

Hadapi Persaingan Dagang, Komisi IV Minta KKP Dukung Pemberdayaan Nelayan Kecil. Rina Sa'adah (Foto: dok.DPR)
Hadapi Persaingan Dagang, Komisi IV Minta KKP Dukung Pemberdayaan Nelayan Kecil. Rina Sa'adah (Foto: dok.DPR)
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Rina Sa’adah meminta () memberikan perhatian lebih kepada skala , Kecil dan Menengah (UMKM) serta nelayan kecil di pesisir. Nelayan dan penambak dinilai mempunyai nilai tawar lemah dalam menghadapi persaingan pengusaha skala besar.

“Mereka sangat membutuhkan dukungan untuk menghadapi persaingan perdagangan yang semakin ketat. Dengan dukungan dari semua pihak terutama , saya yakin mereka dapat lebih semakin berdaya. Dukungan yang diberikan tentunya akan membantu meningkatkan nilai tambah produk kelautan dan perikanan,” kata Rina Sa’adah, Sabtu (26/4/2025).  

Dia mengatakan ada beberapa hal yang sangat dibutuhkan yakni bantuan alat tangkap, mesin kapal, pelatihan teknis maupun program vokasi serta menambah permodalan untuk nelayan kecil dan pembudidaya ikan. Selama ini masih banyak nelayan yang terbatas perlengkapannya. Kalaupun ada, kondisinya kurang memadai.

“Kalau perlengkapanya lengkap dan memadai, hasil tangkapannya juga lebih banyak dan ini tentu membantu perekonomian,” tambahnya.

Mesin kapal, lanjut Rina, sangat dibutuhkan oleh para nelayan. Apabila kegiatan nelayan didukung mesin kapal yang baik dan kuat, para nelayan bisa lebih maksimal bekerja sehingga menunjang produktifitas.

“Pelatihan teknis juga sangat dibutuhkan sehingga dapat menambah keahlian mereka. Jadi jika ada permasalahan, mereka sudah dapat lebih mandiri dan menyelesaikan permasalahannya,” tambahnya.

Legislator Dapil Jawa Barat X ini juga meminta KKP memberikan penambahan permodalan untuk para nelayan. Selama ini, para nelayan kesulitan untuk mendapatkan permodalan. Ditambah lagi birokrasi yang tak mudah untuk mendapatkan permodalan.

“Jika ada kemudahan kepada nelayan untuk mendapatkan modal, tentunya ini membawa angin segar bagi mereka. Jangan sampai mereka kesulitan untuk berkembang karena modal yang dibutuhkan sulit diakses,” tambahnya.  

Rina juga meminta program yang dibiayai bantuan hibah luar negeri dilaksanakan pada daerah prioritas dan tepat sasaran. Ia mengapresiasi program Lautra di NTT senilai 200 juta AS yang melibatkan 75 ribu nelayan.

“Program-program untuk pemberdayaan nelayan serta bantuan-bantuan kepada mereka sebaiknya mengandeng masyarakat lokal, koperasi maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keterlibatan banyak pihak juga penting agar berkelanjutan dan juga ada pengawasan maksimal,” katanya.  

"Untuk itu kami dari (Komisi IV DPR) menyetujui dan mendukung agar Kementerian Keuangan membuka blokir anggaran KKP untuk program yang berbasis output dan manfaat riil bagi masyarakat," tegas Rina.

Ia mengatakan semua usulan pemberdayaan ini telah disampaikan secara langsung kepada Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono. Sebelumnya, Menteri KKP mengatakan bahwa anggaran yang dikelola kementerian yang dipimpinnya mengalami efisiensi yang ketat sehingga banyak program penting dan prioritas yang tidak bisa laksanakan seperti tahun sebelumnya. 

(cw1/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru