Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Gen Z Paling Keras Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Berpotensi Turunkan Kualitas Pemimpin

Gen Z dinilai paling tegas menolak Pilkada lewat DPRD karena dianggap mengurangi partisipasi rakyat & kualitas pemimpin

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas. (Foto: istimewa)
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dinilai wajar, terutama dari kalangan Generasi Z. Hal tersebut tercermin dalam hasil survei yang menunjukkan adanya resistensi publik terhadap mekanisme pilkada tidak langsung.

Direktur Rumah , , menilai para responden survei memahami bahwa berpotensi menurunkan kualitas kepemimpinan kepala daerah.

Menurutnya, pemilihan tidak langsung dapat memperlebar jarak antara kepala daerah dan masyarakat.

Baca Juga : Demokrat Berbalik Dukung Pilkada via DPRD, Dilema Elektoral dan Tekanan Koalisi Jadi Faktor Penentu

“Responden tentu menyadari bahwa akan mengurangi kualitas kepemimpinan kepala daerah,” katanya, Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan, terdapat kekhawatiran kuat bahwa kepala daerah yang dipilih oleh DPRD cenderung menjalankan kepemimpinan sesuai kepentingan elite politik, bukan berdasarkan aspirasi masyarakat.

“Pemilihan melalui DPRD sangat mungkin membuat kepala daerah kurang mendengarkan suara rakyat yang dipimpinnya,” ujarnya.

Fernando menilai Generasi Z menjadi kelompok yang paling tegas menolak mekanisme tersebut karena memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat pemilihan kepala daerah secara langsung.

Menurutnya, menyadari bahwa memberi ruang partisipasi publik yang lebih luas serta memperkuat akuntabilitas pemimpin daerah.

“Karena itu sangat wajar jika lebih keras menolak pilkada melalui DPRD,” kata Fernando.

Ia pun mengingatkan pemerintah dan pimpinan partai politik agar tidak mengabaikan . Fernando menilai Gen Z memiliki pola dan cara pergerakan tersendiri dalam menyuarakan penolakan.

Baca Juga : Ray Rangkuti: Kawal Putusan MK, Jangan Biarkan Pilkada Kembali ke Tangan DPRD

“Jangan coba-coba mengabaikan aspirasi masyarakat, terutama Gen Z, karena mereka punya cara perlawanan yang khas dan terorganisir,” tegasnya.

Fernando berharap aspirasi publik, khususnya dari generasi muda, dapat menjadi pertimbangan utama dalam perumusan kebijakan terkait sistem pemilihan kepala daerah ke depan.

(cw1/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru