Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Flu Burung H5N1 Tewaskan 13.000 Anak Anjing Laut di Pulau Terpencil Australia

Studi ungkap 13.000 anak anjing laut tewas akibat wabah flu burung H5N1 di Pulau Heard, Australia. Simak faktanya

Anjing laut gajah jantan muda mempelajari kemampuan bertarung yang akan menentukan dominasi untuk mendapatkan pasangan di koloni anjing laut gajah Piedras Blancas di pesisir tengah California, Amerika Serikat, pada 7 Desember 2019. (Foto: Xinhua/Joel Lerner)
Anjing laut gajah jantan muda mempelajari kemampuan bertarung yang akan menentukan dominasi untuk mendapatkan pasangan di koloni anjing laut gajah Piedras Blancas di pesisir tengah California, Amerika Serikat, pada 7 Desember 2019. (Foto: Xinhua/Joel Lerner)
A A

Nusantaraterkini.co, MELBOURNE - Sejumlah ilmuwan menyatakan bahwa yang sangat patogenik telah menewaskan sekitar 13.000 ekor anak selatan (southern elephant seal) di yang terpencil di yang menandai pendeteksian pertama virus tersebut di wilayah eksternal Australia.

Para peneliti dari Program Australia (Australian Antarctic Program/AAP) menemukan rata-rata tingkat kematian 76 persen di antara anak anjing laut, dengan beberapa koloni kehilangan hingga 97 persen, berdasarkan survei menggunakan drone yang dilakukan pada Oktober 2025 dan Januari 2026, menurut pernyataan AAP pada Kamis (18/6/2026).

Total kelahiran anak selatan diperkirakan mencapai sekitar 17.000 ekor, papar pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa survei drone juga mengungkap angka kematian yang meningkat pada penguin, meski dampak paling parah dialami oleh anjing laut

Virus tersebut, yang merupakan bagian dari klad 2.3.4.4b yang beredar secara global, terdeteksi pada enam spesies, termasuk anjing laut gajah, penguin raja dan gentoo, anjing laut berbulu , serta burung laut, menurut temuan yang diajukan ke jurnal ilmiah dan dirilis sebagai pracetak.

Per Januari 2026, kematian anak anjing laut secara massal tercatat di berbagai lokasi pembiakan, dengan bukti dari drone juga mengindikasikan adanya kematian di Pulau McDonald yang berada di dekatnya tanpa konfirmasi lapangan, kata para peneliti.

Mereka menyebut adanya pola yang serupa dengan pulau-pulau sub-Antarktika lainnya, seperti Georgia Selatan, di mana anjing laut gajah menjadi spesies yang terdampak paling parah.

"Observasi terhadap virus flu burung H5 di Pulau Heard dan Pulau McDonald merupakan pendeteksian pertama di wilayah eksternal Australia," kata penulis utama studi tersebut, ahli biologi Julie McInnes.

Analisis genetika menunjukkan bahwa virus itu kemungkinan tiba sekitar bulan Agustus 2025 melalui pergerakan dari Kepulauan Crozet di sub-Antarktika Prancis, yang berjarak sekitar 1.800 km, mengindikasikan penyebaran virus ke arah timur yang terus berlanjut di seluruh kawasan sub-Antarktika.

Para ilmuwan AAP melakukan 120 penerbangan drone yang mencakup jarak lebih dari 1.600 km untuk menilai tingkat kematian di seluruh pulau-pulau tersebut, memungkinkan pelaksanaan survei terhadap lokasi-lokasi pembiakan yang sulit dijangkau dengan gangguan minimal.

Saat ini, belum ada kasus dugaan H5 yang terdeteksi di daratan utama (termasuk Tasmania), Pulau Macquarie, atau Wilayah Antarktika Australia, menurut para peneliti.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru