DPR Terancam Kehilangan Kepercayaan Jika Gagal Sahkan RUU Perampasan Aset
DPR terancam kehilangan kepercayaan publik dan demo besar jika gagal sahkan RUU Perampasan Aset pada 15 Des 2026
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meyakini Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset akan disahkan paling lambat pada 15 Desember 2026.
Keyakinan itu didasarkan pada komitmen pimpinan DPR RI yang sebelumnya menyatakan akan menuntaskan pembahasan regulasi tersebut.
Fernando menilai Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama tiga pimpinan DPR lainnya, yakni Cucun Ahmad Syamsurizal, Saan Mustopa, dan Sari Yuliati, telah menunjukkan komitmen serius untuk menyelesaikan RUU Perampasan Aset sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
Menurutnya, komitmen tersebut semakin kuat setelah keempat pimpinan DPR itu menandatangani pernyataan siap mengundurkan diri dari jabatan pimpinan DPR apabila RUU Perampasan Aset tidak disahkan hingga batas waktu yang dijanjikan.
"Saya melihat Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan tiga pimpinan lainnya memiliki komitmen untuk menyelesaikan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026," kata Fernando kepada Nusantaraterkini.co. Sabtu (29/8/2026).
Ia menilai keempat pimpinan DPR tentu telah memperhitungkan peluang dan proses politik yang diperlukan agar RUU tersebut dapat disahkan sebelum tenggat waktu.
"Saya sangat yakin RUU tersebut disahkan paling lambat 15 Desember 2026," ujarnya.
Fernando mengingatkan bahwa pembahasan RUU Perampasan Aset bukan merupakan agenda baru. RUU tersebut telah diajukan pemerintah pada 2023, saat Presiden Joko Widodo masih menjabat.
Selain itu, kata dia, DPR juga sebelumnya pernah menjanjikan penyelesaian RUU Perampasan Aset pada Desember 2025. Namun, target tersebut belum terealisasi.
Karena itu, Fernando menilai janji terbaru pimpinan DPR harus benar-benar diwujudkan. Terlebih, pernyataan mengenai tenggat waktu tersebut disampaikan secara terbuka di hadapan perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
"Kalau sampai target yang ditentukan tidak tercapai, maka Dasco dan kawan-kawan akan mengundurkan diri sebagaimana janji di hadapan perwakilan AMPB," katanya.
Menurut Fernando, kegagalan kembali memenuhi janji pengesahan RUU Perampasan Aset dapat menimbulkan konsekuensi politik yang serius bagi DPR.
Ia memperingatkan, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif dapat semakin menurun apabila RUU tersebut kembali gagal disahkan sesuai tenggat waktu.
"Kalau UU tersebut tidak disahkan, maka rakyat sudah tidak percaya lagi terhadap DPR," ujar Fernando.
Ia bahkan memprediksi kegagalan tersebut berpotensi memicu gelombang demonstrasi yang lebih besar dibandingkan aksi unjuk rasa pada 27 Agustus 2026.
"Dan akan ada demonstrasi dengan jumlah massa jauh lebih banyak dari aksi 27 Agustus 2026 yang lalu," pungk
asnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALHasto Ungkap PDIP Intensif Lobi Fraksi DPR, Dorong Tindak Lanjut Putusan MA soal Gibran
hendra·28 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALUsai Pesta Miras, Pria di Maros Tikam Keponakan hingga Kritis gegara Salah Paham soal Gaji
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDKPP Terima 5 Aduan soal Pencalonan Gibran, Dua Siap Masuk Tahap Persidangan
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALWN Malaysia Rampok Warga Batam Pakai Pisau dan Airsoft Gun, Gasak Mobil hingga Rp292 Juta
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Sita 1,2 Juta Pil Tramadol Ilegal, Pria Asal Aceh Ditangkap
hendra·3 jam yang lalu -
-
SUMSELGapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Palembang Imbauu Penumpang Cek Ulang Jadwal Tiket
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWSPengurus JMSI Karo Resmi Dilantik, Siap Bersinergi dengan Pemkab
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSPara Eks Dankor Brimob Sambangi Kapolri, Ini Pesan Penting PKBB untuk Polri
hendra·4 jam yang lalu -
SUMSELPusri Salurkan 306 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di Sumsel Jelang Musim Tanam
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan