Soal Isu Kemanusiaan di Papua, DPR: RI Miliki Tantangan Besar di Kawasan Pasifik
Soal Isu Kemanusiaan di Papua, DPR: RI Miliki Tantangan Besar di Kawasan Pasifik
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Anggota Komisi I DPR Syamsu Rizal menyatakan, Indonesia memiliki tantangan berat di kawasan Pasifik, terutama terkait persepsi negatif terhadap isu kemanusiaan di Papua. Isu Papua diketahui menjadi sorotan pada forum-forum internasional.
Terlebih, Indonesia belum berhasil membangun kepercayaan dunia terhadap isu miring di Papua, meskipun sejumlah pendekatan sudah dilakukan pemerintah.
BACA JUGA: Kordinator Aksi Tutup TPL: Perjuangan Menyuarakan Tutup TPL tak akan Berhenti
“Negara-negara di Pasifik masih menunjukkan resistensi tinggi. Ini bukan soal kurang komunikasi, tapi karena pendekatannya terlalu normatif dan tidak menyentuh budaya serta jejaring komunitas mereka,” kata Daeng ical sapaan akrab Syamsu Rizal, jumat (18/7/025).
Hal ini disampaikan Daeng Ical merespon soal bagaimana dubes baru Indonesia yang telah dipilih Prabowo agar bisa membantu kerja Pemerintahan dalam berkomunikasi dengan negara-negara di Pasifik.
Ia menilai, pendekatan diplomasi harus disesuaikan dengan karakter lokal dan narasi kemanusiaan yang kuat agar Indonesia tidak terus menerus dipaksa memadamkan kampanye hitam di forum-forum internasional seperti PBB.
“Kita masih dianggap melakukan neonalisme ke Papua, bahkan kita masih dianggap menjadi yang diplomasi tradisional oleh para ahli oleh para diplomat (luar negeri),” ujar legislator dapil Sulsel ini.
Menurutnya, WNI yang tinggal di kawasan pasifik perlu diberikan masukan untuk membangun Indonesia agar citranya semakin positif di mata negara-negara Pasifik.
BACA JUGA: RI dapat Tarif 19 Persen dari AS, Komisi I: Bukti Efektivitas Diplomasi
“Kedepannya kita tidak perlu mengeluarkan energi besar untuk menjaga suara Pasifik itu kita harus mengorbankan banyak hal," kata Syamsu Rizal.
Di Sidang Umum PBB, kata Syamsu Rizal, Indonesia juga tidak harus mengeluarkan banyak diplomasi dan biaya untuk mengurangi dampak dari kampanye hitam yang dilakukan oleh beberapa organisasi dunia."Itu bisa mengurangi energi kita,” demikian Syamsu Rizal.
(Cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·32 menit yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·43 menit yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·43 menit yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·51 menit yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan