Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Demi Dekat Keluarga, Pekerja di Medan Rela Bertahan dengan Gaji di Bawah Standar

Demi Dekat Keluarga, Pekerja di Medan Rela Bertahan dengan Gaji di Bawah Standar

A A

Nusantaraterkini.coMEDAN – Menjadi perantau di ternyata menyimpan tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor jasa seperti restoran.

Meski upah yang diterima dinilai tidak sebanding dengan biaya hidup yang terus merangkak naik, para memilih bertahan dengan strategi "pangkas pengeluaran".

Dalam sebuah perbincangan di sela aktivitas warga, Pendi, seorang di Medan mengungkapkan realita pahit rekan sejawatnya. Menurutnya, banyak pekerja restoran yang hanya mengantongi upah berkisar antara Rp1,6 juta hingga Rp1,8 juta per bulan.

“Cerita kawan-kawan memang nggak sesuai (antara gaji dan biaya hidup). Tapi mereka tetap bersyukur daripada menganggur,” ujar Pendi saat diwawancarai pada Rabu (13/5/2026).

Untuk menyiasati gaji yang minim, para pekerja harus memutar otak dalam mengelola pengeluaran harian. Strategi bertahan hidup yang umum dilakukan adalah dengan mengatur frekuensi makan dan memilih menu yang sangat ekonomis.

“Makannya diatur, mungkin makan Indomie atau makan sehari dua kali saja. Lauknya juga yang murah seperti telur. Uang kos dan uang makan benar-benar dipangkas,” tambahnya.

Menariknya, meski kota lain seperti Batam menawarkan upah yang lebih menggiurkan, banyak pekerja tetap memilih Medan. Faktor kedekatan dengan kampung halaman menjadi alasan utama guna menekan biaya transportasi saat ingin pulang ke rumah.

Selain itu, adanya miskonsepsi mengenai tingginya biaya hidup di Batam turut memengaruhi keputusan mereka.

“Di Batam sebenarnya yang mahal itu gaya hidupnya, bukan biaya hidup dasarnya. Tapi orang banyak yang belum tahu bedanya,” jelas Pendi.

Kendati demikian, Pendi menekankan bahwa pekerjaan dengan upah rendah ini idealnya hanya menjadi batu loncatan. Menurutnya, bertahan selama bertahun-tahun dengan gaji di bawah standar akan sangat menyulitkan masa depan pekerja di tengah ekonomi yang semakin kompetitif.

(cw1/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait