Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

BPBD Sumsel Bidik Potensi Awan 27–28 Agustus untuk Operasi Modifikasi Cuaca Karhutla

BPBD Sumsel menyiapkan OMC pada 27-28 Agustus 2026 untuk menekan risiko karhutla dengan menyemai garam di wilayah rawan kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Muhammad Iqbal Alisyahbana saat diwawancarai langsung di Griya Agung Palembang, Selasa (25/8/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Muhammad Iqbal Alisyahbana saat diwawancarai langsung di Griya Agung Palembang, Selasa (25/8/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, - Pemerintah Provinsi kembali menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca () dengan memanfaatkan prediksi pertumbuhan awan hujan pada 27–28 Agustus 2026 sebagai upaya menekan risiko dan lahan ().

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan mengarahkan fokus penyemaian garam ke sejumlah area rawan karhutla tinggi, meliputi Ogan Komering Ilir (), , Ogan Ilir, , Muara Enim, PALI, hingga Palembang.

Langkah ini diambil menyusul laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () terkait munculnya potensi awan basah di wilayah Sumsel pada akhir Agustus.

“Informasi dari BMKG, tanggal 27 atau 28 Agustus ini ada potensi awan. Mudah-mudahan apa yang disampaikan BMKG ini memang tumbuh awan hujan dan bisa digunakan untuk penyemaian OMC,” ujar Kepala Pelaksana , Muhammad Iqbal Alisyahbana, di Griya Agung Palembang, Selasa (25/8/2026).

Iqbal mengatakan jika armada pesawat dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana () di Sumsel difungsikan secara fleksibel (dual-function).

Saat atmosfer membentuk awan potensial, pesawat akan langsung diterbangkan untuk menyemai garam. Namun, jika kondisi awan tidak memungkinkan, armada dialihkan untuk patroli pemantauan titik api dari udara.

Skema OMC ini menyasar wilayah yang memiliki riwayat kebakaran tinggi agar guyuran dapat membasahi lahan gambut serta menambah pasokan air bagi regu pemadam darat.

“Ketika ada potensi awan, dia menjadi pesawat untuk . Tapi ketika potensi awan hujan tidak ada, dia menjadi untuk kontrol. Potensi awan yang dibidik itu awan hujan yang muncul. Harapannya di , , , terutama daerah-daerah yang memiliki histori kebakaran banyak,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan jika operasi telah dilaksanakan hingga puluhan kali sepanjang musim kemarau 2026 guna menekan eskalasi .

Gubernur berharap prakiraan BMKG pada 28 Agustus mendatang menjadi momentum krusial untuk mengoptimalkan kembali taburan garam di langit Sumsel.

Pemerintah daerah mengandalkan curah hujan yang merata untuk mempertahankan kelembapan tanah dan menghentikan pembentukan titik api baru.

“Tanggal 28 diperkirakan akan ada awan yang mengandung air. Menurut perkiraan BMKG, di situlah saat tepatnya kita menabur garam lagi melalui OMC. Kita berdoa hujannya tetap turun di Sumatera Selatan, enggak ke mana-mana,” tutupnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait