Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Balas Pembunuhan Ismail Haniyeh, Iran Diperkirakan akan Serang Israel Besok

Pembalasan Iran skalanya berpotensi lebih besar dari serangan Teheran pada pertengahan April lalu

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: X/Twitter)
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: X/Twitter)
A A

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Pejabat di (AS) dan memperkirakan bakal melakukan balas dendam atas pembunuhan pimpinan Hamas dengan ke wilayah Israel pada Senin (5/7/2024).

Portal berita Axios, dengan mengutip tiga sumber menyebutkan, para pejabat Amerika memperkirakan pembalasan skalanya berpotensi lebih besar dari Teheran pada pertengahan April lalu, karena gerakan Hizbullah di Lebanon juga dapat terlibat.

Diketahui, pemimpin Hamas dibunuh saat berada di Iran, Rabu (31/7/2024) lalu. Pada waktu itu, Haniyeh mengunjungi Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian.

Dikutip dari Okezone, Minggu (4/8/2024), Hamas menyatakan, pemimpin politiknya itu gugur akibat dari serangan . Gerakan pejuang Palestina itu pun berjanji untuk tidak tinggal diam atas pembunuhan tersebut.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin enggan mengomentari tentang kematian Haniyeh dan dugaan keterlibatan Israel dalam peristiwa itu. Media Israel, The Jerusalem Post melaporkan bahwa para petinggi zionis telah menginstruksikan para menteri mereka untuk tidak berbicara tentang pembunuhan pemimpin Hamas itu.

Sementara Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, menyebut kematian Haniyeh sebagai pembunuhan politik yang sama sekali tidak dapat diterima. Menurut diplomat Moskow itu, peristiwa tersebut dapat memicu eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.

The New York Times melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah memerintahkan serangan langsung terhadap Israel. Perintah itu sebagai tanggapan atas pembunuhan Haniyeh di Teheran.

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Teheran, sesuai dengan hukum internasional, berhak membela diri untuk menanggapi pembunuhan Haniyeh kapan pun dianggap perlu. Dia juga mengatakan, pembunuhan itu tidak akan terjadi tanpa dukungan intelijen AS untuk Israel. 

Misi Iran di PBB juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi kepada Israel atas agresi mereka di wilayah Iran.

(*/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait