Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Aktivitas PETI Madina Kian Meresahkan, Aliran Sungai Berpindah Hingga Jalan Terancam Amblas

Aktivitas tambang emas ilegal di Madina kian meresahkan. Aliran sungai berpindah, jalan terancam amblas, warga soroti lemahnya penindakan aparat.

Kegiatan penambangan ilegal di Desa Rantobi yang terus beroperasi, Jumat (26/12/2025).(foto:Reza/Nusantaraterkini.co)
Kegiatan penambangan ilegal di Desa Rantobi yang terus beroperasi, Jumat (26/12/2025).(foto:Reza/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MADINA- akibat di Madina semakin mengkhawatirkan. Selain pengerukan material yang tak terkendali di , aliran sungai yang berpindah kini mengancam akses jalan utama menjadi amblas, sementara aparat kepolisian setempat dinilai tidak berdaya melakukan penindakan.

Berdasarkan pengakuan warga bermarga Nasution, Jumat (26/12/2025) aktifitas tambang emas ilegal diwilayahnya itu memang luar biasa. Tak satupun aparat kepolisian setempat yang bisa hentikan alat berat beroperasi.

Baca Juga : Pelaku PETI Kotanopan Diadili, Terancam 5 Tahun Penjara 

"Kalau pengusaha tambang ilegal di wilayah ini tidak bakalan takut sama aparat. Polsek saja di depan matanya alat berat beroperasi, nanun tetap saja dibiarkan. Kalau warga disini sudah paham dan sudah tidak percaya lagi pada ," ujar Nasution.

Nasution pun mengatakan jika ada sosialisasi pengehentian aktifitas tambang dari Polsek, itu hanya photo laporan saja. Karena sampai saat ini tidak ada bukti penindakan dilakukan.

"Saya pribadi berharap jangan polisi yang bertindak menghentikan aktifitas tambang di desa rantobi ini atau batang natal umumnya. Maunya TNI yang bertindak seperti diwilayah lain yang melakukan aktifitas yang sama, kalau TNI juga tak mau, ya berati tak ada lagi harapan dalam hal penindakan tambang emaa ilegal ini," harap Nasution.

Baca Juga : Tak Jera, Residivis Kasus PETI Kembali Beroperasi di Batang Natal 

Pantauan di lokasi, akibat aktifitas tambang emas ilegal di daerah sungai Batang Natal ini, sejumlah ruas . Kondisi ini disebabkan aliran air sungai berpindah akibat pengerukan sedimen material pasir sungai yang mengandung emas.

(Mra/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru