6 Spesies Burung Asal RI Ini Hilang karena Perburuan Liar
Lembaga non pemerintah The Search of Lost Bird merilis laporan 126 spesies burung kini hilang tak pernah terlihat lagi di alam lepas (bebas).
nusantaraterkini.co, MEDAN - Lembaga non pemerintah The Search of Lost Bird merilis laporan 126 spesies burung kini hilang tak pernah terlihat lagi di alam lepas (bebas). Enam diantaranya merupakan spesies burung asal Indonesia.
Meski hilang, ratusan spesies ini belum dinyatakan punah. Masih ada harapan bagi para peneliti untuk bisa menemukannya kembali di alam liar.
Spesies “hilang” didefinisikan sebagai tidak adanya laporan atau konfirmasi penampakan spesies tersebut setidaknya selama satu dekade. Kamu bisa membantu menemukan beberapa diantaranya, karena para peneliti meminta ilmuwan warga untuk menjadi mata dan telinga mereka.
Search of Lost Bird merupakan kerja sama, kolaborasi antara Re:wild, American Bird Conservacy dan BirdLife International. Mereka bertujuan untuk mengidentifikasi burung yang hilang ini, di antara 11.849 spesies yang tercatat secara saintifik dan dikenal manusia.
Beberapa burung yang hilang ini mencakup beberapa spesies yang sangat terancam (critically endangered).
“Mencari tahu mengapa burung-burung ini hilang dan kemudian mencoba menemukannya, terasa seperti sebuah cerita detektif,” kata John C. Mittermeier, direktur Search of Lost Bird di American Bird Conservancy, dilansir IFLScience.
“Bekerja sama dengan masyarakat lokal, ilmuwan, warga adalah cara terbaik untuk menemukan burung yang hilang dan memulai upaya konservasi untuk memastikan bahwa spesies ini tidak hilang lagi.”
Data 126 spesies burung yang hilang ini, melibatkan analisis lebih dari 42 juta foto, video, dan rekaman audio yang terdaftar di Perpustakaan Macaulay , iNaturalist , dan xeno-canto di The Cornell Lab of Ornithology, hingga koleksi dari beberapa museum.
Berikut adalah daftar 10 dari 126 spesies burung yang hilang dari situs Search of Lost Bird:
Kalau kamu bisa menemukan beberapa spesies dari daftar di atas, kamu bisa menghubungi Search of Lost Bird melalui situs web mereka. Para ilmuwan membutuhkan sebanyak mungkin informasi yang bisa mereka peroleh untuk mengonfirmasi penemuan kembali, sehingga foto, video, atau rekaman suara kicauan burung yang jelas dapat sangat membantu dalam misi mereka.
“Meskipun burung adalah kelompok yang paling terdokumentasi dengan baik, setiap titik data tambahan membantu memfokuskan arah program,” tambah Christina Biggs, pemimpin Search for Lost Species di Re:wild dan salah satu penulis makalah ini.
“Kami ingin memastikan bahwa sumber daya kami digunakan untuk mencegah kepunahan spesies yang paling terancam, sehingga penelitian ini sangat berharga bagi kami.”
Studi terkait hilangnya ratusan spesies burung ini dipublikasikan di jurnal Frontiers in Ecology and the Environment dengan judul Global gaps in citizen-science data reveal the world's “lost” birds.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALDalih Kasihan karena Korban Yatim, Guru SMP di Situbondo Diduga Cabuli Siswinya
hendra·1 jam yang lalu -
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
-
SUMSELJaga Keselamatan 3,2 Juta Penumpang, PT KAI Divre III dan BPKARSS Intensifkan Perawatan Jalur LRT Sumsel
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALTerungkap! Pemilik Rumah Penyimpan 101 Burung Dilindungi Ternyata Paman Terpidana Perdagangan Satwa
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 106 Gram Ganja, Residivis Narkoba 59 Tahun Diciduk Polres Pematangsiantar
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALTerbongkar! 101 Burung Langka Disimpan di Rumah Medan Deli, 11 Ditemukan Mati: Pemilik Diburu
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSUsai Sidak Ombudsman, Miras hingga Alat Fitness di Lapas Cibinong Menghilang, Kemenimipas Turun Tangan Selidiki
hendra·5 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Indonesia Vs Malaysia, John Herdman Ungkap Kondisi 3 Pemain Kunci
hendra·5 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan