4 Korban Longsor Cirebon Belum Ditemukan
Empat korban longsor Cirebon hingga saat ini belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih berupaya mencari empat korban yang diduga tertimbun longsor
nusantaraterkini.co, CIREBON - Empat korban longsor Cirebon hingga saat ini belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih berupaya mencari empat korban yang diduga tertimbun longsor di lokasi tambang galian C, Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon.
Pencarian pada hari kelima atau Selasa (3/6/2025) masih belum membuahkan hasil sehingga pencarian akan dilanjutkan pada hari ini, Rabu (4/6/2025).
Koordinator Lapangan Kantor SAR Bandung, Mamang Fatmono, mengungkapkan kendala yang ditemui selama pencarian ialah kondisi medan. Ia mengatakan di area tersebut terdapat sembilan titik patahan tanah aktif.
Salah satu patahan terpanjang bahkan mencapai 100 meter dan terus bergerak. Kondisi itu berpotensi memicu longsor susulan.
"Patahan itu miring dan memanjang ke bawah. Jika tidak kuat, bisa ambrol kapan saja," jelas Mamang, dikutip dari kumparan, Rabu (4/6/2025).
Untuk memitigasi risiko, pemantauan pergerakan tanah dilakukan setiap 10-15 menit menggunakan alat total station milik PT Indocement.
Data hasil pemantauan langsung dikirim ke tim SAR yang bekerja di zona merah, khususnya titik A dan B, tempat korban diduga tertimbun.
"Kami hanya mengizinkan tim beroperasi saat zona dinyatakan aman. Keselamatan personel adalah prioritas utama," tegas Mamang.
Kondisi geografis yang curam dan tanah labil memperumit pencarian, sehingga seluruh aktivitas dilakukan dengan pengawasan ketat.
Badan SAR Nasional (Basarnas) mengimbau warga menghindari lokasi bencana antisipasi longsor susulan.
Berdasarkan data yang dihimpun kumparan, keempat korban yang masih tertimbun adalah Muniah (45), Tono (57), Dedi Setiadi (47), dan Nurakman (51). Seluruhnya merupakan warga Kabupaten Cirebon.
Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Mukhammad Yusron, mengatakan pencarian akan dilanjutkan pada hari ini, Rabu (4/6/2025). Sebab kemarin kondisi di lapangan tidak memungkinkan serta potensi longsor yang masih tinggi.
“Kita lanjutkan esok hari, dan akan diawali dengan doa lintas agama bersama jajaran Forkopimda dan keluarga korban,” kata Yusron.
Yusron menjelaskan bahwa masa tanggap darurat pencarian korban dibatasi selama tujuh hari berdasarkan Surat Keputusan Bupati Cirebon.
Setelah masa itu berakhir, lanjut Yusron, akan dilakukan evaluasi bersama keluarga korban dan pemerintah daerah untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Kami akan rapatkan kembali dengan Forkopimda dan keluarga korban untuk menentukan arah pencarian ke depan,” jelasnya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIKasus Peretasan US$351,6 juta di Bitget, Pengamat Kripto: Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital
Rozie Winata·34 menit yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp15 Ribu Menjadi Rp2.590.000 Per Gram, Cek Lengkapnya
Rozie Winata·47 menit yang lalu -
NEWSBP BUMN Salurkan Tali Asih untuk Keluarga Jurnalis dan ABK Arupadatu I
Herman Saleh Harahap·50 menit yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Dorong KAI Tambah Armada KRL Jabodetabek
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELTNI dan Pemko Palembang Gelar Gotong Royong Bersihkan Aliran Sungai Sekanak
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEODasco Minta Komisi III Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
-
NEWSPolri Perkuat Tata Kelola Institusi Lewat Buku Police Governance
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMSELAtasi Kemacetan, Pemko Palembang Bakal Tertibkan Pasar Tradisional
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PERISTIWAKebakaran di Padangsidimpuan Hanguskan 9 Rumah, 1 Meninggal Dunia
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan