Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

WNI Bentrok dengan Polisi Timor Leste di Perbatasan Inbate, Satu Warga Luka Tembak

Suasana mencekam sempat pecah di kawasan perbatasan Desa Inbate, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Pada Senin (25/8/2025),

Bagikan:
Bentrokan warga Indonesia dan Polisi Perbatasan Timor Leste di wilayah perbatasan di Kabupaten Timor Tengah Utara. (Foto: ANTARA/Ho-Polres TTU)
Bentrokan warga Indonesia dan Polisi Perbatasan Timor Leste di wilayah perbatasan di Kabupaten Timor Tengah Utara. (Foto: ANTARA/Ho-Polres TTU)
A A

nusantaraterkini.co,  UTARA – Suasana mencekam sempat pecah di kawasan perbatasan Desa Inbate, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Pada Senin (25/8/2025), Indonesia terlibat bentrokan dengan aparat Perbatasan atau Unidade De Patrulhamento Da Fronteira (UPF).

Kericuhan berawal ketika sejumlah melakukan pengukuran tanah di area yang sejak lama masih dipersengketakan. Lahan pertanian tersebut diklaim sebagai bagian dari wilayah Indonesia, namun versi sebaliknya disebut milik Timor Leste berdasarkan tafsir berbeda atas Provisional Agreement on the Land Boundary 2005.

Kesepakatan Adat Dilanggar

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menjelaskan bahwa sebelumnya kedua belah pihak telah bersepakat secara adat untuk tidak memasang patok di atas lahan tersebut sampai ada penyelesaian resmi. Namun, kesepakatan itu rupanya diabaikan.

“Nah, akhirnya kejadian. Ada warga kita yang tertembak, padahal jauh sebelumnya, awal Juli, kami sudah bersurat agar masalah ini ditangani lebih serius,” kata Yosep dikutip kumparan, Rabu (27/8/2025).

Satu Warga

Korban diketahui bernama Paulus Oki, warga Desa Inbate. Ia terkena tembakan peluru karet di bagian bahu kanan. Paulus segera dilarikan ke rumah sakit dan beruntung hanya mengalami luka ringan. Saat ini kondisinya berangsur membaik.

Temukan 8 Selongsong Peluru

Polda NTT langsung turun tangan. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa aparat keamanan bersama Satgas Pamtas RI–RDTL bergerak cepat menenangkan situasi.

"Pendekatan persuasif kami kedepankan. Warga tidak dibiarkan menghadapi situasi ini sendirian. Kami hadir, mendengar keluhan mereka, sekaligus menjembatani komunikasi dengan pihak terkait,” ujarnya.

Dari olah TKP yang dilakukan Polres TTU, tim Inafis menemukan delapan selongsong peluru dan satu proyektil di lokasi. Bukti itu diduga berasal dari senjata aparat UPF. Temuan ini juga sesuai dengan keterangan saksi yang mendengar sekitar delapan kali letusan senjata saat bentrokan terjadi.

Situasi Kini Kondusif

Meski sempat memanas, aparat TNI–Polri bersama Forkopimda berhasil meredam ketegangan. Untuk sementara, warga diminta menahan diri dan tidak beraktivitas di lahan yang disengketakan demi menghindari konflik lanjutan.

Pemerintah daerah berharap pemerintah pusat dan otoritas Timor Leste segera duduk bersama mencari solusi permanen, agar sengketa lahan yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu tidak kembali memicu korban di kemudian hari.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru