Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Waduh! Saat Dicecar Jaksa, Juliari Mengaku Tak Ingat terkait Kasus Korupsi Bansos Beras

Mantan Mensos Juliari Peter Batubara saat diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi beras bansos di Kemensos 2020-2021, mengaku tak ingat

Bagikan:
Juliari Batubara. (Foto: Antara)
Juliari Batubara. (Foto: Antara)
A A

Nusantaraterkini.co - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa mantan Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) Muhammad Kuncoro Wibowo dan terdakwa lain dalam kasus dugaan korupsi beras bansos di 2020-2021, berulang kali mengaku tak ingat saat dicecar jaksa.

Momen itu terjadi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu, (6/3/2024).

Dilansir dari detikNews, mulanya, jaksa bertanya terkait rapat penentuan perusahaan distributor pada 25 September 2020.

"Kalau kemarin, Pak, dari keterangan saksi lainnya, Pak, ada rapat yang diselenggarakan pada 25 September 2020. Di rapat tersebut diputuskan dua perusahaan yang melaksanakan penyaluran BSB. Bapak mengikuti kegiatan tersebut, Pak?" tanya jaksa dalam persidangan, dikutip dari detikNews.

"Saya tidak ingat, Pak. Rapat tersebut, Pak, tapi kalau di daftar hadir ada, pasti saya ada," jawab Juliari.

Saat ditanya Jaksa, Juliari mengaku tak ingat detail rapat tersebut. Jaksa pun kembali mencecar Juliari soal rapat penentuan perusahaan yang akan mengirimkan .

"Ada saksi-saksi menerangkan, Pak, misalnya Pak Bambang Sugeng, Pak Edi Suharto, Pak Hartono Laras, Pak Irjen, Pak Dadang Iskandar, juga menerangkan dilakukan rapat penentuan perusahaan transporter juga hadir waktu itu Pak Adi Karyono, Pak. Pejabat-pejabat tertinggi di lingkungan , masih ingat pak kegiatan tersebut?" tanya jaksa.

"Saya tidak ingat spesifik pak, tapi kalau memang rapat itu di ruang rapat saya ya saya pasti hadir," jawab Juliari.

Kemudian, Jaksa menanyakan hasil keputusan dalam rapat tersebut. Juliari menyebut inti dari rapat tersebut adalah putusan terkait perusahaan yang menawarkan harga terendah yang akan menjadi transporter bansos beras.

"Rapat tanggal berapa saya terus terang tidak ingat, Pak. Tapi intinya dari tim melaporkan bahwa perusahaan yang ditunjuk itu PT BGR dengan satu lagi PT DNR itu adalah perusahaan yang sudah melakukan istilahnya uji petik dan juga dari sisi quotation (pungutan)-nya yang paling murah. Begitu, Pak. Oleh karena itu, di rapat tersebut ya kami secara diskusi akhirnya berkesimpulan bahwa dua perusahaan ini yang paling layak untuk mengeksekusi program tersebut," tutur Juliari.

"Karena paling murah ya?" tanya jaksa.

"Paling murah," jawab Juliari.

Tak henti, Jaksa kembali mencecar Juliari terkait kemampuan perusahaan transporter yang dipilih tersebut. Juliari lantas menjawab timnya sudah melakukan kajian pada calon perusahaan transporter BSB.

"Itu menurut penilaian bapak kalau dari segi kemampuan, Pak, fasilitas? Waktu itu dipaparkan nggak oleh Pak Bambang Sugeng atau Pak Edi Suharto?" tanya jaksa.

"Seingat saya, saya nggak bisa recall secara pasti, Pak, seingat saya secara garis besar dipaparkan, Pak, karena mereka kan sudah tim melakukan uji petik ke lapangan, Pak, ke beberapa perusahaan-perusahaan yang mengajukan gitu, Pak. Secara garis besar aja, Pak, terus terang saya nggak ingat lagi," jawab Juliari.

Sebagai informasi, ada tiga perusahaan yang diajukan untuk menjadi transporter bansos beras di Kementerian Sosial saat Juliari menjabat Mensos tahun 2020-2021. Perusahaan yang ditunjuk ialah Bhanda Ghara Reksa (PT BGR).

(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: detikNews

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait