Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Kapal Tanker Terbakar Usai Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Lintasi Rute Ilegal

Kapal tanker meledak dan terbakar usai menghantam ranjau di Selat Hormuz. Iran menyebut kapal melanggar rute saat ketegangan maritim meningkat.

Selat Hormuz Masih Ditutup, Harga Minyak Dunia Naik 11 Persen dalam Sepekan. (Foto: istimewa)
Selat Hormuz Masih Ditutup, Harga Minyak Dunia Naik 11 Persen dalam Sepekan. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ€“ Sebuah kapal tanker minyak dilaporkan meledak dan terbakar setelah menghantam ranjau laut di bagian selatan Selat Hormuz. Insiden yang diumumkan Garda Revolusi (IRGC) pada Senin (19/10/2026) itu menambah ketegangan di jalur pelayaran strategis dunia.

Dikutip dari media pemerintah , IRGC menyebut kapal tersebut melintasi jalur yang dianggap ilegal dan menonaktifkan sistem navigasi serta pelacakannya. Ledakan dilaporkan terjadi di ruang mesin hingga memicu kebakaran.

Iran sebelumnya memperingatkan bahwa kapal yang mematikan sistem navigasi saat melintasi kawasan tersebut dapat dianggap sebagai ancaman. Namun, informasi mengenai identitas kapal, kondisi awak, dan dampak kerusakan belum dijelaskan secara terperinci dalam laporan yang tersedia.

Serangan Kapal di Hormuz Meningkat

Insiden terbaru ini menyusul laporan IRGC pada akhir pekan mengenai dua kapal tanker yang disebut terbakar setelah menghantam ranjau laut di Selat Hormuz. Iran mengeklaim kapal-kapal tersebut berusaha melintas tanpa mengikuti ketentuan yang diberlakukan Teheran.

Di sisi lain, data UK Maritime Trade Operations (UKMTO) yang dianalisis BBC Verify menunjukkan terdapat 12 laporan serangan terhadap kapal di sekitar Selat Hormuz pada 5โ€“11 Oktober 2026. Angka itu meningkat dibandingkan 10 laporan pada pekan sebelumnya.

Meningkatnya insiden maritim memperbesar risiko bagi kapal dagang dan pengangkutan energi internasional. Selat Hormuz merupakan jalur penting yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia, sehingga gangguan berkepanjangan dapat meningkatkan biaya pengiriman dan menekan pasokan energi global.

Hingga informasi lebih lanjut tersedia, klaim mengenai penyebab ledakan dan pelanggaran rute masih perlu dibedakan dari hasil penyelidikan independen.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait