Transformasi Stasiun Lidah Tanah, Dari Sejarah Kolonial hingga Penggerak Ekonomi Desa
Stasiun Lidah Tanah Perbaungan bangkit jadi penggerak ekonomi desa dan primadona mobilitas warga Sumut
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Stasiun Lidah Tanah di Desa Deli Muda Hilir, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, terus memperkuat perannya sebagai simpul mobilitas warga sekaligus penggerak roda ekonomi lokal.
Infrastruktur perkeretaapian yang berdiri sejak 1902 ini membuktikan, bangunan bersejarah dapat terus beradaptasi menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat modern.
Manager Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Sumut), Anwar Yuli Prastyo mengungkapkan, Stasiun Lidah Tanah adalah contoh bagaimana infrastruktur berusia lebih dari satu abad tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi dapat kembali menjalankan fungsi sosialnya sebagai penghubung masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal.
"Aksesibilitas yang makin mudah mendorong mobilitas warga Perbaungan dan sekitarnya, baik untuk keperluan bekerja, berdagang, maupun pendidikan. KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya menjaga keandalan pelayanan agar masyarakat dapat bertransportasi dengan aman, nyaman, dan tepat waktu," ujar Anwar, Minggu (13/9/2026).
Peningkatan peran ekonomi dan sosial tersebut tercermin dari pertumbuhan volume penumpang. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Stasiun Lidah Tanah melayani 6.047 pelanggan, atau rata-rata 756 penumpang per bulan.
Angka ini mencatatkan kenaikan 20 persen dibandingkan rata-rata bulanan pada 2025 yang tercatat 630 penumpang per bulan dengan total penumpang yang dilayani mencapai 6.924 pelanggan.
Kenaikan volume penumpang didorong oleh kembali beroperasinya layanan naik-turun penumpang sejak 1 Februari 2025 seiring berlakunya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025. Saat ini, stasiun melayani operasional KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai (PP) dan KA Siantar Ekspres relasi Medan–Siantar (PP).
Secara historis, Stasiun Lidah Tanah dibangun pada masa kolonial sebagai stasiun yang melayani persilangan dan bukan untuk naik turun pelanggan.
Dalam beberapa tahun terakhir, KAI Divre I Sumut terus merevitalisasi stasiun untuk mempersiapkan guna melayani pelanggan, meski demikian karakter asli dan nilai sejarah bangunan stasiun tetap dipertahankan.
"Kami berharap layanan kereta api ini dapat terus membuka aksesibilitas wilayah, menggeliatkan perekonomian desa, serta mempermudah mobilitas masyarakat Perbaungan dan sekitarnya,” tuturnya.
(zie/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PENDIDIKANTangkal Radikalisme, Densus 88 Dukung Pembatasan Gawai Kemenag
Herman Saleh Harahap·12 menit yang lalu -
KOTA MEDANZakiyuddin Harahap Minta Hima Lubis Dorong Aksi Sosial
Herman Saleh Harahap·25 menit yang lalu -
SEPAKBOLAPSMS Bantai Persiku 6-0, Kadispora Sumut Ngaku Takjub
Herman Saleh Harahap·34 menit yang lalu -
KRIMINALKomplotan Pencurian Invetaris Palembang Golf Club Diciduk, Dua Masih Buron
Herman Saleh Harahap·41 menit yang lalu -
POLITIKRUU Pemilu, Hensa Ingatkan Threshold Jangan Mengabaikan Suara Pemilih
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
POLITIKVideo Call Saat Rapat, Formappi Minta MKD Panggil Moreno Soeprapto
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTAktivis Madina Soroti Kinerja Sagtas PETI, Minta Segera Tindak Aktor Intelektual dan Pendana
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
EKONOMISertifikasi Halal DIminta Tak Jadi Beban Baru bagi UMKM
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan