Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tragis! Remaja Hamil di Madina Tewas Dicekik Pacar

Remaja hamil 15 tahun di Madina meninggal setelah dicekik sekuriti sekolah yang diduga pacarnya. Pelaku menyerahkan diri ke polisi

Bagikan:
Ilustrasi mayat. (Foto: istimewa)
Ilustrasi mayat. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, – Kasus tragis menimpa seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Kabupaten (Madina), . Korban yang diketahui sedang hamil meninggal dunia setelah diduga dicekik oleh seorang pria berinisial BH (22), yang bekerja sebagai sekuriti di salah satu sekolah.

Kasat Reskrim Polres AKP Tri Boy Siahaan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (27/8/2026). Polisi menduga korban dan BH memiliki hubungan asmara.

"Korban masih usia 15 tahun. Korban dalam keadaan hamil," kata Tri dikutip, Minggu (6/9/2026).

Menurut Tri, sebelum kejadian, korban dan pelaku bertemu untuk membicarakan kehamilan tersebut. Dalam pertemuan itu, BH diduga meminta agar kandungan korban digugurkan.

Pelaku kemudian memberikan minuman berupa jamu kepada korban dengan tujuan menggugurkan kandungan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

"Pelaku minta agar kandungan digugurkan, yang menghamili si pelaku ini," ujarnya.

Setelah itu, korban dibawa oleh pelaku ke sebuah area persawahan di wilayah . Di lokasi tersebut, BH diduga melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara mencekiknya.

Polisi juga menemukan dugaan bahwa pelaku telah membawa tali tambang yang kemudian digunakan untuk mencekik korban. Kendati demikian, polisi masih mendalami apakah tindakan tersebut memang telah direncanakan sebelumnya.

"Dibawa ke dekat sawah, terus dicekik oleh pelaku. Ada menggunakan tali tambang yang sudah dibawa pelaku. Kemungkinannya seperti itu (sudah direncanakan). Namun, masih kami dalami," jelas Tri.

Korban kemudian tidak sadarkan diri. BH yang mengira korban telah meninggal dunia meninggalkan lokasi kejadian.

Namun, korban ternyata masih hidup. Setelah sadar, korban berusaha mencari pertolongan hingga akhirnya ditemukan warga.

Warga kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban untuk mendapatkan perawatan medis. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.

"Selang beberapa menit tidak ada tanda-tanda, ditinggalkan oleh pelaku. Ternyata korban saat itu masih pingsan, belum meninggal. Diberikan bantuan oleh warga setempat," tutur Tri.

Orang tua korban kemudian membuat laporan ke Polres Mandailing Natal. Sehari setelah kejadian, BH datang dan menyerahkan diri kepada polisi.

"Pelaku menyerahkan diri di tanggal 28 (Agustus)," kata Tri.

BH selanjutnya diamankan dan ditahan untuk menjalani proses hukum. Polisi menjeratnya dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Namun, kondisi korban terus memburuk setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Setelah beberapa hari mendapatkan penanganan medis, korban akhirnya meninggal dunia pada Minggu (30/8/2026).

"Kondisi korban makin turun dan meninggal dunia. Kemungkinannya patah di tenggorokan akibat dicekik oleh pelaku," pungkas Tri.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian, termasuk dugaan motif serta apakah tindakan pelaku telah direncanakan sebelumnya.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait