Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tegaskan Peran Strategis Apoteker, BPOM Komitmen Libatkan IAI dalam Penyusunan Regulasi

BPOM komitmen libatkan IAI dalam penyusunan regulasi obat demi wujudkan ketahanan kesehatan nasional di PIT IAI 2026

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof dr Taruna Ikrar memberikan keterangan di sela Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAI 2026 bertema "One Health, One Pharmacy, Synergy for National Resilience" di Ballroom Hotel Santika, Medan, Kamis (6/8/2026) sampai Sabtu (8/8/2026). (Foto: istimewa)
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof dr Taruna Ikrar memberikan keterangan di sela Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAI 2026 bertema "One Health, One Pharmacy, Synergy for National Resilience" di Ballroom Hotel Santika, Medan, Kamis (6/8/2026) sampai Sabtu (8/8/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pengurus Pusat Ikatan (PP IAI) menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAI 2026 bertema "One Health, One Pharmacy, Synergy for National Resilience" di Ballroom Hotel Santika, Medan, Kamis (6/8/2026) sampai Sabtu (8/8/2026).

Pertemuan yang diikuti para apoteker dari berbagai daerah di Indonesia itu menjadi forum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan di tengah berkembangnya tantangan penyakit, kemajuan teknologi kefarmasian, hingga upaya mewujudkan kemandirian obat nasional.

Dalam upacara pembukaan kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 1.300 apoteker ini, hadir Kepala RI, Taruna Ikrar sebagai keynote speaker.

Taruna menegaskan, profesi apoteker memegang peran yang sangat fundamental dalam sistem sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Menurutnya, peran apoteker tidak hanya terbatas pada pelayanan kefarmasian, tetapi mencakup seluruh rantai pengelolaan obat, mulai dari penyediaan bahan baku, penelitian dan pengembangan (research and development), produksi, distribusi, hingga pemanfaatan obat di fasilitas kefarmasian dan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Kalau kita melihat, memberi peran yang sangat fundamental berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Mulai dari bahan baku, proses research and development, pengembangannya hingga pemanfaatannya di fasilitas kefarmasian dan fasilitas kesehatan, peran apoteker sangat urgen, sangat penting, sangat esensial," ujarnya didampingi Ketua PP IAI Lilik Yusuf Indrajaya, Ketua IAI Sumut, Agustama dan Ketua Panitia apt. Ahmad Sofan, M.Farm.

Karena itu, ia menegaskan berkomitmen memperkuat sinergi dengan PP IAI. Bahkan, dalam kepemimpinannya sebagai Kepala BPOM, organisasi profesi tersebut akan dilibatkan dalam penyusunan berbagai regulasi di bidang obat dan makanan.

"Dalam membuat peraturan-peraturan atau regulasi saya janji akan melibatkan teman-teman ," katanya.

Taruna menilai kolaborasi tersebut sangat penting untuk memperkuat riset dan pengembangan obat baru serta mendorong kemandirian nasional. Saat ini, sekitar 94 persen bahan baku obat kimia masih bergantung pada impor, sedangkan bahan baku obat biologik dan biosimilar masih 100 persen berasal dari luar negeri.

"Dorongan dari asosiasi profesi untuk research and development, transfer teknologi, dan pengembangan obat-obat baru sangat kita butuhkan," ujarnya.

Selain itu, Taruna mengatakan apoteker juga memiliki posisi penting dalam distribusi dan pelayanan kefarmasian karena sebagian besar pelaku industri maupun distributor merupakan anggota .

Menurutnya, sinergi yang kuat antara BPOM dan PP IAI akan memperkuat peran negara dalam melindungi masyarakat melalui pengawasan obat yang lebih optimal.

"Jika Badan POM bersinergi dengan kuat dengan Ikatan Apoteker Indonesia, maka saya yakin peran kami sebagai pengayom masyarakat, pelindung masyarakat, dan penjamin masyarakat dalam keamanan, ketersediaan, kualitas, dan efikasi obat dapat dilaksanakan secara lebih maksimal," tegasnya.

Sementara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang membuka kegiatan secara daring, menegaskan pembangunan kesehatan harus berorientasi pada upaya menjaga masyarakat tetap sehat sehingga angka kematian akibat penyakit tidak menular dapat ditekan.

Menurutnya, perkembangan teknologi kesehatan telah mengubah wajah industri farmasi dari obat berbasis kimia menuju obat berbasis bioteknologi, termasuk biologik, biosimilar, monoclonal antibodies, protein inhibitor, GLP-1, dan PCSK9 inhibitor. Karena itu, apoteker didorong terus meningkatkan kapasitas agar mampu mengikuti perkembangan teknologi tersebut.

"Mari kita bangun industri obat yang baik, yang sehat, yang maju, yang modern sehingga masyarakat Indonesia semakin sehat, lebih sedikit yang sakit," ujarnya.

Selain itu, Budi mengingatkan ancaman resistensi antimikroba akibat penggunaan antibiotik yang tidak terkendali.

"Saya sangat takut jangan sampai generasi muda sesudah kita menjadi resisten terhadap antibiotik. Begitu ada penyakit infeksi, mereka tidak bisa kita selamatkan," katanya.

Wakil Gubernur Sumut Surya menyampaikan apresiasi kepada PP IAI yang mempercayakan Sumut sebagai tuan rumah penyelenggaraan .

"Kami berharap pertemuan ilmiah ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya inovasi, kolaborasi, dan rekomendasi kebijakan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan Indonesia," ujarnya.

Ketua Umum PP IAI, Lilik Yusuf Indrajaya, menegaskan tema "One Health, One Pharmacy, Synergy for National Resilience" mencerminkan tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan tidak dapat lagi diselesaikan secara sektoral.

Menurutnya, persoalan kesehatan manusia, kesehatan hewan, lingkungan, keamanan obat dan pangan, inovasi teknologi, hingga transformasi sistem kesehatan merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan.

Dalam konteks tersebut, profesi apoteker memiliki posisi yang semakin strategis sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan, regulasi, industri farmasi, dan masyarakat.

Menurut Lilik, organisasi profesi memiliki kekuatan karena didukung kompetensi anggotanya sekaligus memiliki pengalaman langsung di berbagai lini pelayanan kefarmasian.

Lilik menegaskan, PP IAI ingin menjadi rumah besar bagi seluruh apoteker Indonesia dengan mengedepankan keselamatan pasien (patient safety), peningkatan kompetensi, peningkatan kesejahteraan anggota, perlindungan profesi, serta penyusunan kajian dan rekomendasi kebijakan berbasis keilmuan.

Di akhir sambutannya, Lilik mengajak seluruh peserta menjadikan Kongres dan sebagai momentum memperkuat persatuan profesi, meningkatkan kompetensi, memperluas kolaborasi, serta membangun sistem kefarmasian Indonesia yang semakin maju, adaptif, dan berdaya saing tinggi guna mendukung terwujudnya ketahanan kesehatan nasional.

(zie/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait