Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

SPPG Kaliboto 2 Ditutup Sementara Buntut 255 Warga Purworejo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sebanyak 255 warga Purworejo diduga mengalami keracunan setelah menerima MBG. SPPG Bener Kaliboto 2 ditutup sementara dan biaya pengobatan ditanggung Pemkab.

Aksi warga menuntut pertanggungjawaban Usai 255 orang diduga Keracunan MBG di Purworejo (KOMPAS.COM/BAYU APRILIANO)
Aksi warga menuntut pertanggungjawaban Usai 255 orang diduga Keracunan MBG di Purworejo (KOMPAS.COM/BAYU APRILIANO)
A A

Nusantaraterkini.co, PURWOREJO – Sebanyak 255 warga di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kasus tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Bener dan mulai diketahui pada Kamis (17/9/2026) malam hingga Jumat (18/9/2026). Laporan awal menyebut sekitar 20 murid dari sejumlah sekolah di Desa Guntur mengalami keluhan kesehatan.

Namun, setelah dilakukan pendataan dan penelusuran oleh petugas, jumlah warga yang terdampak terus bertambah. Hingga Senin (21/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak 255 orang mengalami keluhan kesehatan.

Mereka tersebar di enam desa, yakni Sendangsari, Guntur, Limbangan, Nglaris, Ngasinan, dan Sidomukti.

SPPG Kaliboto 2 Ditutup Sementara

Munculnya kasus tersebut membuat warga Desa Guntur meminta agar distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bener Kaliboto 2 dihentikan sementara.

Pemerintah Kabupaten Purworejo kemudian mengambil langkah dengan menghentikan operasional SPPG tersebut untuk sementara waktu.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Purworejo, Suranto, mengatakan penghentian dilakukan sesuai ketentuan setelah adanya kejadian yang berkaitan dengan layanan MBG.

“Untuk SPPG Bener Kaliboto 2 dihentikan sesuai regulasi, karena mengalami kejadian fatal,” kata Suranto, Selasa (22/9/2026).

Sementara itu, Camat Bener Bambang Surtianto mengatakan pemerintah masih melakukan pemantauan terhadap kondisi warga yang mengalami keluhan kesehatan.

Tim dari puskesmas diterjunkan untuk mendatangi desa-desa yang masuk dalam laporan terdampak. Petugas melakukan pemeriksaan sekaligus memastikan warga yang masih mengalami gejala mendapatkan penanganan.

“Dari tim puskesmas juga menyisir mana saja korban yang masih mengalami diare atau keluhan lainnya,” ujar Bambang.

Menurutnya, kondisi sebagian besar warga mulai membaik. Meski demikian, sejumlah warga masih mengeluhkan mual dan sakit perut.

Bambang memastikan hingga Senin belum ada warga yang harus menjalani rawat inap di rumah sakit maupun puskesmas.

“Tidak ada yang opname, semua rawat jalan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Purworejo juga memastikan biaya pengobatan bagi warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat kejadian tersebut akan ditanggung pemerintah.

Bambang mengatakan tim kesehatan telah disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis.

“Sudah kami terjunkan tim kesehatan. Apabila ada warga yang membutuhkan fasilitas kesehatan, nanti gratis ditanggung Pemkab,” katanya.

Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa terus melakukan koordinasi untuk memantau perkembangan kondisi warga di enam wilayah terdampak.

Warga yang masih mengalami keluhan kesehatan juga diminta segera memanfaatkan fasilitas pelayanan medis agar mendapat penanganan yang sesuai.

“Untuk penanganan kesehatan ini gratis semuanya,” ujar Bambang.

Kasus dugaan keracunan tersebut kini masih menjadi perhatian pemerintah daerah, sementara SPPG Bener Kaliboto 2 dihentikan sementara sebagai bagian dari penanganan kejadian.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru