Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sentimen Konsumen AS Meningkat Didorong Penurunan Ekspektasi Inflasi

Indeks sentimen konsumen AS naik ke 51 di November, didorong meredanya ekspektasi inflasi meski kekhawatiran harga tinggi tetap ada.

Bagikan:
Pelanggan memeriksa buah di toko kelontong di New York, Amerika Serikat, pada 14 Oktober 2026. (Foto: Xinhua/Zhang Fengguo)
Pelanggan memeriksa buah di toko kelontong di New York, Amerika Serikat, pada 14 Oktober 2026. (Foto: Xinhua/Zhang Fengguo)
A A

Nusantaraterkini.co, NEW YORK CITY - Indeks Sentimen Konsumen Amerika Serikat (AS) untuk November meningkat seiring dengan meredanya ekspektasi inflasi konsumen, menurut hasil awal survei yang dirilis pada Jumat (6/11/2026) oleh Survei Konsumen .

Indeks Sentimen Konsumen untuk November tercatat 51, lebih tinggi dibandingkan angka 48 pada Oktober. Indeks kondisi ekonomi saat ini maupun indeks ekspektasi konsumen juga mengalami sedikit peningkatan.

Menurut hasil survei tersebut, ekspektasi inflasi konsumen untuk satu tahun ke depan turun dari 4,7 persen pada Oktober menjadi 4,3 persen pada bulan ini, sementara ekspektasi inflasi jangka panjang turun menjadi 3,4 persen pada November dari 3,5 persen pada bulan sebelumnya.

Meskipun mengalami peningkatan, indeks sentimen konsumen masih berada 10 persen di bawah level pada Februari.

Ketika sentimen konsumen dari kelompok masyarakat dengan tingkat kekayaan rendah dan menengah meningkat, sentimen konsumen dari kelompok yang memiliki portofolio saham terbesar justru turun sebesar 5 persen setelah periode yang relatif bergejolak di pasar saham, ujar ekonom , Joanne Hsu, direktur survei tersebut.

Selain itu, komentar para konsumen menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi terbentuknya gelembung ekonomi (bubble) di sektor kecerdasan buatan (AI).

Meski demikian, menurut survei tersebut, kekhawatiran akan biaya hidup masih menjadi perhatian utama konsumen di berbagai lapisan masyarakat. Sekitar 57 persen responden secara spontan menyebutkan bahwa standar hidup mereka telah tergerus akibat tingginya harga, yang merupakan proporsi tertinggi sejak Mei.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait