Sekolah di Aceh Mulai Belajar Pascabanjir, 2.226 Satuan Pendidikan Kembali Beroperasi
Kegiatan sekolah di Aceh kembali dimulai. 2.226 sekolah beroperasi pascabanjir meski fasilitas belum pulih total
Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG - Kegiatan belajar mengajar di Provinsi Aceh mulai kembali berjalan secara bertahap pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada Desember 2025.
Salah satunya, di SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, yang kembali melaksanakan hari pertama masuk sekolah semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, pada Senin (5/1/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, meskipun aktivitas pembelajaran telah dimulai, kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih.
"Sejumlah fasilitas pendidikan masih terdampak banjir, seperti meja dan kursi yang rusak serta ruang kelas yang belum sepenuhnya bersih," ungkapnya.
Baca Juga : Bobby Nasution Umumkan Dimulainya Sekolah Gratis di Nias dan Daerah Terdampak Bencana
Untuk sementara, jelasnya, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sarana seadanya, termasuk penggunaan terpal sebagai alas belajar.
"Selain itu, belum seluruh peserta didik dapat hadir karena sebagian masih mengungsi di luar daerah," jelasnya.
Pada hari pertama sekolah, kegiatan diawali dengan sesi berbagi cerita antara siswa dan guru. Anak-anak menyampaikan pengalaman mereka selama masa terdampak bencana, yang menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial.
Suasana kebersamaan juga terlihat saat waktu istirahat, di mana para guru memastikan seluruh siswa dapat menikmati waktu makan bersama, termasuk dengan berbagi bekal kepada siswa yang tidak membawa makanan dari rumah.
Kondisi di SD Negeri 1 Karang Baru tersebut merupakan gambaran dari proses pemulihan pendidikan yang sedang berlangsung di Provinsi Aceh.
Muhari memaparkan, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 2.756 satuan pendidikan terdampak banjir dan longsor di Aceh. Dari jumlah tersebut, 2.226 sekolah telah kembali beroperasi, meskipun sebagian masih berada dalam tahap pemulihan.
Baca Juga : Pemulihan Pascabanjir, SD Negeri 1 Karang Baru Aceh Tamiang Siap Digunakan
"Pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara paralel terus melakukan berbagai upaya percepatan pemulihan, meliputi pembersihan sisa material banjir dan longsor, perbaikan fasilitas pendidikan, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar," terangnya.
Hingga saat ini, dukungan yang telah disalurkan untuk sektor pendidikan di Provinsi Aceh antara lain 15.500 paket school kit, 78 unit tenda darurat untuk ruang kelas, 100 unit ruang kelas darurat, dana operasional pendidikan darurat sebesar Rp11,3 miliar, dana dukungan psikososial sebesar Rp300 juta, serta 90.000 buku pelajaran.
Selain itu, Kemendikdasmen juga menyalurkan tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana di Aceh. Tunjangan tersebut mencakup pendidikan anak usia dini sebesar Rp758 juta untuk 379 sasaran, pendidikan dasar sebesar Rp8,2 miliar untuk 4.098 sasaran, serta pendidikan menengah sebesar Rp6,7 miliar untuk 3.381 sasaran.
Dalam aspek pembelajaran, pemerintah menerapkan kurikulum penanggulangan dampak bencana secara bertahap. Pada fase tanggap darurat 0–3 bulan, kurikulum difokuskan pada pembelajaran minimum esensial yang meliputi literasi dasar, numerasi dasar, kesehatan dan keselamatan dini, dukungan psikososial, serta edukasi mitigasi bencana.
Selanjutnya, pada fase pemulihan dini selama 3–12 bulan, kurikulum akan disesuaikan menjadi kurikulum adaptif berbasis krisis dengan integrasi mitigasi bencana ke dalam mata pelajaran yang relevan, program pemulihan pembelajaran yang fleksibel, serta penerapan asesmen transisi.
Baca Juga : 85 % Sekolah di Sumatera Siap Beroperasi, DPR Minta Pemulihan Mental Siswa Korban Bencana Jadi Prioritas
Adapun pada fase pemulihan lanjutan dalam rentang waktu 1–3 tahun, kurikulum akan diarahkan pada integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan pengetahuan inklusif berbasis ketahanan, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi pendidikan darurat.
"BNPB bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah terus berkomitmen mendukung pemulihan sektor pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman, berkelanjutan, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik," pungkasnya.
(zie/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALPeserta MagangHub Batch 2 Diminta Tertib Administrasi Sejak Hari Pertama
Herman Saleh Harahap·10 menit yang lalu -
NEWSJelang HUT Ke-81, Pasahli Panglima TNI Sambangi Mantan Panglima TNI
Herman Saleh Harahap·39 menit yang lalu -
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·6 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·8 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan