Nestapa Korban Banjir Bandang Tamiang: Bantuan Hunian Tidak Jelas, Tenda Pengungsian Terancam Dibongkar
Nasib pilu korban banjir Aceh Tamiang: 4 bulan di tenda tanpa bantuan huntara dan terancam penggusuran
Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG - Hampir 4 Bulan lamanya sejumlah warga korban bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang masih harus bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Bahkan, hingga H+4 Idul Fitri 1447 Hijriah, sejumlah warga ini pun belum mendapatkan kejelasan mengenai tempat tinggal yang lebih layak.
Salah seorang warga penghuni tenda pengungsian, Mustafa Kamal (28) warga Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang menceritakan kondisi mereka saat ini masih harus hidup dengan situasi serba kekurangan dan keterbatasan.
Dirinya pun menyebut, selain belum menerima Hunian Sementara (Huntara), bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) maupun bantuan lainnya juga belum ia peroleh hingga saat ini.
“Sudah hampir empat bulan kami masih tinggal di tenda. Sampai sekarang belum ada mandapat Huntara, DTH, atau bantuan lain yang kami terima,” ujar Mustafa, Selasa (24/3/2026).
Ia juga mengungkapkan, rumah miliknya mengalami kerusakan parah akibat banjir, sehingga tidak lagi layak huni. Seluruh peralatan rumah tangga yang dimiliki pun rusak dan tidak dapat digunakan.
“Rumah kami rusak parah, tidak bisa ditempati lagi. Peralatan rumah tangga juga habis, tidak ada yang bisa dipakai,” tambahnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Mustafa bersama keluarga terpaksa bertahan hidup dengan bekerja sebagai buruh kasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, bantuan dari relawan menjadi salah satu penopang utama bagi mereka selama berada di pengungsian.
Lebih lanjut, ia mengaku sempat mendapat informasi terkait pembongkaran tenda, meski hingga kini belum ada kejelasan terkait relokasi atau tempat tinggal pengganti bagi para penyintas.
“Kami juga dengar tenda akan dibongkar, tapi belum tahu harus pindah ke mana. Sementara bantuan belum ada,” katanya.
Mustafa berharap pemerintah dapat segera menyalurkan bantuan yang dibutuhkan warga, terutama terkait hunian dan pemulihan pascabencana.
“Kami berharap perhatian dan bantuan dari pemerintah bisa segera sampai ke kami,” pungkasnya.
Pemerintah sebelumnya menjanjikan percepatan pemulihan melalui penyaluran bantuan dan penyediaan hunian sementara.
Namun, hingga Lebaran, sebagian warga masih bertahan di pengungsian tanpa kepastian bantuan maupun hunian. Mereka berharap pemerintah segera memperbaiki data penerima dan menyalurkan bantuan secara merata agar kondisi serupa tidak terus berulang.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWABanjir Terjang Gayo Lues, 100 Rumah Rusak dan 4 Hanyut Terbawa Arus
hendra·4 jam yang lalu -
-
PERISTIWAKebakaran Hebat di Pool Damri Bandung, Puluhan Bus Hangus dan 13 Rumah Warga Terbakar
hendra·5 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPria Hendak Bakar Masjid di Pondok Kelapa Jaktim, 3 Jemaah Diserang Kapak dan Belati
hendra·5 jam yang lalu -
PERISTIWAKru Ketiga Helikopter Super Puma yang Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Tewas
hendra·6 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALEdarkan Sabu di Kawasan Pemukiman, Pria Paruh Baya Ditangkap Polrestabes Medan
hendra·6 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Ajak Warga Jaga Persaudaraan: Rawat Indonesia Dimulai dari Keluarga
hendra·7 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALTiang Lampu Merah Tanjung Morawa Dimaling, Dua Pelaku Diringkus
hendra·8 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGeger Gangster di Surabaya! Dua Remaja Dikeroyok, Punggung dan Bibir Dibacok
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan