Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sasar Puluhan Pelanggar Via ETLE, Polda Sumsel Perketat Pengawasan Digital di Lima Ruas Tol Utama

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatra Selatan memperkuat penindakan berbasis teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE)

Pantauan dari CCTV Operasi Ketupat Musi 2026, Rabu (18/3/2026). (Foto: Istimewa)
Pantauan dari CCTV Operasi Ketupat Musi 2026, Rabu (18/3/2026). (Foto: Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, — (Ditlantas) Polda Sumatra Selatan memperkuat penindakan berbasis teknologi () untuk menjaga kedisiplinan di tengah mobilisasi lebih dari 329 ribu orang dalam satu hari.

Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran arus di lima ruas tol strategis, yakni Tol Palindra, Indralaya–Prabumulih, Kapal Betung, Terpeka, dan Betajam, yang saat ini menjadi jalur utama pergerakan kendaraan.

Penggunaan sistem ini terbukti efektif menjaring puluhan pelanggar secara elektronik, menciptakan efek jera, sekaligus meminimalisir interaksi fisik petugas di jalur cepat.

“Ditlantas Polda Sumsel memperkuat penindakan berbasis teknologi dengan sistem ETLE yang menindak puluhan pelanggaran secara elektronik. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan, tetapi juga menciptakan efek jera yang terukur bagi para pengguna jalan,” ujar Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho dalam keterangan tertulis yang, Rabu (18/3/2026).

Meskipun pengawasan digital ditingkatkan, Polda Sumsel tetap mengerahkan ribuan personel yang terbagi dalam tujuh Satgas terintegrasi.

Selain melakukan penegakan hukum, petugas di lapangan telah melaksanakan 1.750 kegiatan edukasi masyarakat untuk menekan angka kecelakaan, mengingat saat ini tercatat ada 10 kejadian laka lantas dengan 2 korban meninggal dunia selama periode operasi.

Kapolda menegaskan jika integrasi antara teknologi digital dan kehadiran fisik personel di titik-titik rawan adalah kunci kesuksesan Operasi Ketupat Musi 2026.

Hal ini bertujuan agar seluruh , baik yang melalui jalur penyeberangan, bandara, terminal, maupun kereta api, merasa terlindungi secara maksimal.

“Kami memastikan seluruh personel bekerja maksimal di lapangan. Tidak boleh ada titik pengamanan yang lengah. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan jika seluruh data operasi dibuka secara transparan agar masyarakat merasa tenang selama perjalanan.

“Polda Sumsel memastikan seluruh perkembangan operasi tersampaikan secara terbuka kepada publik. Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan memastikan masyarakat dapat mudik dengan tenang,” pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait