Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rusuh, Massa Unjuk Rasa Lompat Pagar dan Pintu Gerbang Kantor Kejari Padangsidimpuan

Mundur saja kamu pak Lambok Sidabutar, jika tidak mampu mengemban Jabatanmu. Dan, kepada Kajati Sumatera Utara agar memeriksa, dan mengevaluasi..

Suasana ketika puluhan massa dari DPP PERMADA PH bersama GEMAS menggelar unjuk rasa di Kantor Kejari Padangsidimpuan. (Foto: Suhut Gultom/Nusantaraterkini.co)
Suasana ketika puluhan massa dari DPP PERMADA PH bersama GEMAS menggelar unjuk rasa di Kantor Kejari Padangsidimpuan. (Foto: Suhut Gultom/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN - Puluhan mahasiswa dan pemuda, terhimpun dalam Aliansi Gabungan Dewasa Pimpinan Pusat Perkumpulan Mahasiswa Pemuda Peduli Hukum (DPP PERMADA PH, dan Gerakan Mahasiswa Anti Penindasan (GEMAS) geruduk Kantor , Jalan Lian Kosong No 8 Kelurahan Wek ll, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Kamis (26/6/2025). 

Baca Juga: Aliansi Pemersatu Kota Geruduk Kantor Kejari Padangsidimpuan, Ini Tuntutannya

Pembakaran ban mobil mengawali aksi unjuk rasa, sembari massa berorasi secara bergantian. Massa meminta Kajari Lombok MJ Sidabutar, agar langsung menyahuti tuntutan mereka. 

"Hanya ada lima hal yang akan sampaikan, jumpai kami Pak Kajari Lambok Sidabutar," ujar Abdul Husein Simamora Ketum DPP PERMADA PH, didampingi Ferdiansyah Pasaribu selaku Ketum GERMAS.

Dalam orasinya, Abdul Husein dan Ferdiansyah secara bergantian mengatakan, agar Kajari Lambok Sidabutar segera mundur dari jabatannya, yang diduga tebang pilih dalam penegakan hukum. 

"Mundur saja kamu pak Lambok Sidabutar, jika tidak mampu mengemban Jabatanmu. Dan, kepada Kajati Sumatera Utara agar memeriksa, dan mengevaluasi ataupun mencopot dari Jabatannya Kajari Padangsidimpuan. Juga meminta penjelasan dari Kejari ini, mengenai perkembangan pemotongan 18 persen Alokasi Dana Desa (ADD), sebab seluruh Kepala Desa sudah mengakui memberikan ADD tersebut dalam APBD/DAU TA 2023 sebesar 170 juta. Kemudian panggil dan periksa Inspektur Inspektorat dan Kaban Bakeuda serta Kepala Desa se- Kota Padangsidimpuan diduga ikut serta melakukan korupsi berjamaah TA 2023," ujar Abdul Husein

Pantauan awak media ini, massa mulai rusuh dan memanas lalu masuk ke Kantor Kejari tersebut dengan melompati pagar samping dan pintu gerbang Kantor Kejari, namun dihalau Pegawai Kejari tersebut.

Sehingga terjadi dorong-dorongan keras antara kedua belah pihak, hasilnya sebagian besar massa masuk ke dalam halaman Kantor Kejari. 

Akhirnya pintu gerbang Kantor Kejari tersebut pun dibuka Petugas .

Di depan pintu masuk Kantor Kejari yang tertutup tersebut, massa juga melakukan orasi perihal yang sama.

Baca Juga: LP 3 Tahun Lumpuh, PH Pendeta Asaf: Polrestabes Medan Gagal Tegakan Keadilan

Dengan ketidakhadiran Kajari Padangsidimpuan, massa lalu mengundurkan diri, sembari massa mengatakan minggu depan, kembali menggelar unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak lagi. 

Tampak sejumlah Personel Polres dan Satpol PP Padangsidimpuan, dalam pengamanan aksi unjuk rasa tersebut.

(sgm/nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait