Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (30/4/2025) pagi. Pukul 09.10 WIB rupiah spot menguat berada di level Rp 16.718 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,26% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.761 per dolar AS.
BACA: IHSG Dibuka Menghijau Naik 2,53 Poin Bertengger di Level 6751,85 di Perdagangan Rabu (30/4/2025)
Di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS pagi ini. Rupiah mencatat penguatan terbesar yakni 0,26%, disusul pesso Filipina yang menguat 0,24%.
Baca Juga : IHSG Awali Perdagangan dengan Koreksi ke 5.701
Won Korea menguat 0,13%, dolar Taiwan menguat 0,13%, ringgit Malaysia menguat 0,10%, baht Thailand menguat 0,02% dan dolar Hong Kong yang menguat 0,01% terhadap dolar AS.
BACA: Analis Pasar: Rupiah Akan Berkonsolidasi dengan Kecenderungan Menguat Terbatas
Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini. Yen Jepang mencatat pelemahan terdalam yakni 0,10%, yuan China melemah 0,05% dan dolar Singapura yang melemah 0,05%.
Baca Juga : BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50%, Rupiah Berpeluang Kembali Menguat ke Level Rp17.000 per Dolar AS
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,41, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 99,23.
Sebelumnya, Nilai tukar rupiah bergerak menguat pada Selasa (29/4). Namun, penguatannya diperkirakan tak berlanjut sejalan dengan risiko dari data PMI Manufaktur China yang terkontraksi.
Rupiah spot ditutup menguat 0,56% ke Rp 16.761 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan rupiah di Jisdor Bank Indonesia menguat 0,44% ke Rp 16.787 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Melemah, Gunawan Benjamin: Harga Emas dan Minyak Mentah Melambung
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, menguatnya rupiah seiring penurunan tensi dagang di kawasan Asia. Alhasil, mampu mendorong mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS.
"Lalu, berbagai pernyataan dari Donald Trump semakin mengafirmasi bahwa tekanan dari perang dagang sudah cenderung melunak, sehingga memicu optimisme terkait dengan prospek perekonomian Asia," ujarnya.
Hanya saja, rupiah berpotensi melemah hari ini, sejalan dengan risiko dari data PMI Manufaktur China yang terkontraksi. Selain itu, data harga rumah AS yang diperkirakan meningkat.
Baca Juga : Dolar Melemah Usai Pidato Trump, Rupiah Dibuka Naik 0,30%
(wiwin/nusantaraterkini.co)
