Rupiah Melemah ke Rp16.925 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Tekanan Sentimen Global
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp16.925 per dolar AS akibat ketegangan Timur Tengah, penguatan dolar, serta kekhawatiran pasar terhadap ekonomi global.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat (6/3/2026). Mata uang Garuda tercatat melemah ke level Rp16.925 per dolar Amerika Serikat (AS), dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik global serta sentimen ekonomi yang membuat pelaku pasar lebih berhati-hati.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan, rupiah tercatat turun sekitar 20 poin dibandingkan posisi sebelumnya di kisaran Rp16.903 per dolar AS.
Sepanjang sesi perdagangan, tekanan terhadap rupiah sempat lebih dalam. Nilai tukar bahkan sempat melemah hingga sekitar 40 poin sebelum akhirnya berhasil memangkas sebagian kerugian menjelang penutupan pasar.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memicu kekhawatiran investor.
Ketegangan geopolitik tersebut meningkatkan risiko terhadap stabilitas kawasan yang selama ini menjadi jalur utama distribusi energi dunia.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan kondisi ini mendorong pelaku pasar global mengalihkan sebagian dana mereka ke aset yang dianggap lebih aman atau safe haven.
Perpindahan modal ke instrumen yang lebih aman biasanya berdampak pada melemahnya mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Menurut Ibrahim, eskalasi konflik di Timur Tengah juga memberi dampak pada pasar komoditas energi global. Kekhawatiran terhadap potensi gangguan distribusi minyak dari kawasan Teluk mendorong harga minyak dunia bergerak naik.
Kenaikan harga energi tersebut berpotensi memicu tekanan inflasi baru secara global. Jika inflasi kembali meningkat, bank sentral di berbagai negara kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter.
Kondisi ini dapat memengaruhi rencana penurunan suku bunga yang selama ini dinantikan pelaku pasar. Penundaan pemangkasan suku bunga berpotensi memperkuat dolar AS dan sekaligus memberi tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya laporan non-farm payroll periode Februari.
Data tersebut menjadi salah satu indikator penting yang digunakan oleh Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Jika data tenaga kerja menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan, peluang penundaan penurunan suku bunga diperkirakan semakin besar. Situasi ini biasanya mendorong penguatan dolar AS di pasar global.
Dari dalam negeri, investor juga mencermati kondisi fiskal Indonesia. Perubahan outlook peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional dari stabil menjadi negatif turut menambah kehati-hatian pelaku pasar.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah rasio pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) yang masih relatif rendah. Dalam beberapa tahun terakhir, tax ratio Indonesia berada di kisaran 9 hingga 10 persen terhadap PDB.
Pada 2025, rasio pajak tercatat sekitar 9,31 persen, turun dari 10,08 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, proyeksi pendapatan negara pada periode 2026 hingga 2027 diperkirakan hanya mencapai rata-rata 13,3 persen dari PDB.
Angka tersebut masih jauh di bawah median negara dengan peringkat kredit setara kategori BBB yang berada di kisaran 25,5 persen terhadap PDB.
Di tengah berbagai sentimen tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif dalam waktu dekat. Pada awal perdagangan pekan depan, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.920 hingga Rp16.960 per dolar AS.
Sementara untuk sepekan ke depan, nilai tukar rupiah diperkirakan berada pada rentang Rp16.850 hingga Rp17.100 per dolar AS seiring masih kuatnya pengaruh dinamika ekonomi global dan ketegangan geopolitik terhadap pasar keuangan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOMUNITASMahasiswa Sastra Indonesia Didorong Maksimalkan Ruang Kreativitas dan Kolaborasi
Rozie Winata·9 menit yang lalu -
SEPAKBOLALionel Scaloni Tunjuk Cristian Romero Menjadi Kapten Timnas Argentina Penerus Lionel Messi
Rozie Winata·47 menit yang lalu -
SUMUTMengenal Lokomotif Legendaris BB302, Saksi 56 Tahun Sejarah Kereta Api Sumut
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Bangkit di Akhir Pekan: Naik Rp23 Ribu ke Rp2.613.000 Per Gram
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALRazia Gabungan THM di Padangsidimpuan, Satu Pengunjung Wanita Terjaring karena Positif Narkotika
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KESEHATANKasus HIV di Sumut Tembus 2.334 Temuan, Kelompok LSL Dominasi Paling Tinggi
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
PERISTIWAPencarian Selesai, Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal Dunia
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SUMSELUsut Kasus Karhutla, Polda Sumsel Naikkan Status 16 Korporasi ke Penyidikan
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSLintas Generasi, Mayjen Yusri dan Brigjen Osmar Silaturahmi ke M Herindra
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
RELIGIRico Waas Serahkan Rekomendasi Rumah Ibadah dan Minta Jaga Kerukunan
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan