Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Diproyeksi Masih Rentan Terkoreksi, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG diprediksi masih rawan terkoreksi. Simak rekomendasi saham AADI, DSSA, RAJA, LSIP, ERAA, dan CTRA beserta level support-resistance.

Bagikan:
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Rabu (1/7/2026) setelah sehari sebelumnya ditutup melemah tajam 3,05 persen ke level 5.643.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan area support di level 5.619 dan resistance di kisaran 5.722.

Menurutnya, pelaku pasar saat ini menunggu sejumlah sentimen penting, terutama rilis data inflasi Indonesia yang dijadwalkan pada Rabu. Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga masih menjadi perhatian utama investor.

"Investor masih akan mencermati data inflasi domestik serta pergerakan rupiah. IHSG diperkirakan masih bergerak dalam fase koreksi dengan support di 5.619 dan resistance di 5.722," ujar Herditya.

Di tengah kondisi pasar yang masih belum stabil, Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang layak dipantau, yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target harga Rp8.325-Rp8.850, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di kisaran Rp910-Rp1.100, serta PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dengan proyeksi harga Rp4.340-Rp4.750 per saham.

Sementara itu, Associate Director Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan pelemahan IHSG masih dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik.

Menurutnya, investor masih menunggu perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang diharapkan mampu meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Di sisi lain, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) juga masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga baru akan terjadi pada September sehingga kebijakan moneter global dalam waktu dekat masih cenderung ketat.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah yang mendekati level Rp17.900 per dolar AS turut membebani pergerakan IHSG. Kondisi tersebut dinilai membuat investor lebih berhati-hati meski Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar.

LSIP

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai saham PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) tengah menguji area penting berdasarkan indikator Fibonacci Retracement.

Selama harga mampu bertahan di atas level Rp1.135, LSIP dinilai memiliki peluang mengalami rebound hingga melanjutkan penguatan. Rekomendasi diberikan dengan strategi buy on weakness.

Support: Rp1.135

Resistance: Rp1.315-Rp1.450

ERAA

Analis Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menyebut saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) masih berada di bawah rata-rata pergerakan MA10, sementara indikator MACD berpotensi membentuk death cross.

Meski demikian, area Rp340-Rp348 diperkirakan menjadi zona support yang menarik untuk akumulasi secara bertahap.

Support: Rp340

Resistance: Rp366

CTRA

Sementara itu, analis BCA Sekuritas Achmad Yaki melihat saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membentuk pola three black crows yang mengindikasikan tekanan jual masih cukup besar.

Investor disarankan mempertimbangkan aksi beli apabila harga mampu bertahan di kisaran Rp530-Rp535.

Support: Rp490

Resistance: Rp625

Pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan data ekonomi, pergerakan nilai tukar rupiah, serta dinamika global sebelum mengambil keputusan investasi di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru