Nusantaraterkini.co, MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara, tengah menyiapkan langkah strategis untuk merelokasi 464 rumah warga yang selama ini berada di kawasan rawan dan menjadi langganan banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Madina, Muksin Nasution, menjelaskan bahwa relokasi tersebut diusulkan dilakukan secara terpusat guna meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah itu.
“Sebanyak 464 rumah kami usulkan untuk relokasi terpusat, sementara 15 rumah lainnya direncanakan relokasi mandiri,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga : Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sumut Hari Ini
Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi saat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu sempat merendam sejumlah wilayah dengan ketinggian air rata-rata lebih dari dua meter. Meski demikian, tidak ditemukan kerusakan berat pada rumah warga.
“Saat ini masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing karena dampaknya tidak terlalu parah. Namun, daerah tersebut memang kerap terdampak banjir, sehingga perlu langkah pencegahan jangka panjang,” katanya.
Adapun desa-desa yang diusulkan masuk dalam program relokasi terpusat antara lain Desa Muara Batang Angkola di Kecamatan Siabu, Desa Hutarimbaru, Desa Ranto Panjang, Desa Lubuk Kapundung I di Kecamatan Muara Batanggadis, Desa Batahan III di Kecamatan Batahan, serta Dusun Koto Puat di Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan.
Baca Juga : BRI Panyabungan dan BPBD Madina Perkuat Sinergi Mitigasi Bencana
Pemkab Madina berharap rencana relokasi ini dapat menjadi solusi permanen bagi warga yang selama ini tinggal di daerah rawan banjir, sekaligus mengurangi potensi kerugian saat bencana kembali terjadi.
(Dra/nusantaraterkini.co).
