Puncak Kemarau dan Karhutla Mengancam, Dinkes Sumsel Siagakan Seluruh Faskes Antisipasi Lonjakan ISPA
Dinkes Sumsel siagakan seluruh faskes menghadapi ancaman ISPA akibat kabut asap karhutla saat puncak kemarau Agustus-September 2026.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di tingkat kabupaten dan kota untuk bersiaga penuh. Langkah antisipatif ini ditempuh guna memitigasi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu oleh paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang datangnya puncak musim kemarau.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogahtriyah, menegaskan, respons kesiapsiagaan di tingkat daerah terus ditingkatkan secara menyeluruh dan terintegrasi dari hilir hingga hulu.
"Kami sudah meminta seluruh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, memperkuat surveilans penyakit, hingga menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan apabila terjadi peningkatan kasus," ujar Ira, Senin (10/8/2026).
Peningkatan status kewaspadaan ini dipayungi oleh Surat Edaran Dinkes Sumsel tertanggal 2 Juni 2026, yang merujuk pada Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 235/KPTS/BPBD-SS/2026 mengenai Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap. Lewat instruksi tersebut, seluruh jajaran kesehatan daerah diwajibkan menyiagakan puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), pos kesehatan desa (poskesdes), hingga rumah sakit. Petugas kesehatan juga diinstruksikan mendirikan posko pelayanan kesehatan serta rutin mengirimkan pembaruan data kasus ISPA dan pneumonia secara berkala setiap pekannya.
Data Januari hingga Juni 2026 menunjukkan tren penurunan kasus ISPA dari 50.651 menjadi 33.582 kasus lebih rendah ketimbang periode sama tahun 2025. Kota Palembang menjadi wilayah dengan akumulasi kasus ISPA tertinggi yakni 85.032 kasus, disusul Muara Enim (30.668 kasus), Musi Banyuasin (17.946 kasus), OKU Timur (15.109 kasus), Banyuasin (14.140 kasus), Musi Rawas (13.700 kasus), dan Lahat (13.523 kasus).
“Untuk kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Mengingat, puncak musim kemarau diprediksi akan berlangsung pada Agustus hingga September,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, masyarakat diimbau memperketat perlindungan mandiri dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menjaga kebersihan udara dalam rumah, serta menghindari aktivitas pembakaran sampah maupun rokok.
Pihak Dinkes mengingatkan warga untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memperbanyak konsumsi air putih, serta segera mendatangi faskes terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
"Jangan menunggu sampai kondisi menjadi berat. Bila keluhan tidak membaik atau muncul sesak napas, segera datang ke puskesmas atau rumah sakit agar dapat ditangani lebih cepat," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKKetua MPR Tegaskan Tidak Gegabah dalam Mengubah UUD 1945
Herman Saleh Harahap·2 menit yang lalu -
OLAHRAGAPasaman Barat Siapkan 564 Kontingen Hadapi Porprov XVI Sumbar
Herman Saleh Harahap·29 menit yang lalu -
SUMATERA TERKININoer Fest 2026 Wadah Unjuk Bakat Siswa SD di Pasaman
Herman Saleh Harahap·46 menit yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Targetkan Gotong Royong Kebersihan Lingkungan Rutin Setiap Bulan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAPanglima TNI Tinjau Kompetisi Primarox 2026 di BSD Tangerang
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Bekuk Terduga Pelaku Curas Bersenjata Tajam
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
-
NASIONALUsman Husin Dukung Pengelolaan Lahan Gambut dan Magrove Cegah Karhutla
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NASIONALKemnaker Tekankan Peningkatan Standar Kompetensi Teknisi Ponsel
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan