Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sempat Tembus Level Berbahaya, Kualitas Udara Palembang Masih Berstatus Sangat Tidak Sehat ​

Kualitas udara Palembang memburuk akibat asap karhutla. PM2.5 sempat mencapai 325,4 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya.

Kualitas udara di Kota Palembang belum sepenuhnya pulih dari paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah konsentrasi PM2.5 sempat menembus level berbahaya, Minggu (13/9/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Kualitas udara di Kota Palembang belum sepenuhnya pulih dari paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah konsentrasi PM2.5 sempat menembus level berbahaya, Minggu (13/9/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co,  – Kualitas udara di Kota Palembang masih berada dalam fase mengkhawatirkan akibat kepungan asap Kebakaran Hutan dan Lahan (). Meski sempat melandai pada pagi hari, konsentrasi partikel beracun di udara tercatat sempat menyentuh level tertinggi kategori berbahaya pada dini hari.

masih belum membaik. Meskipun konsentrasi partikulat halus mengalami penurunan setelah mencapai titik tertinggi pada dini hari, kualitas udara masih berada pada kategori yang perlu diwaspadai pada pagi ini,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Minggu (13/9/2026).

Berdasarkan data pemantauan Stasiun Musi 2 Palembang, konsentrasi PM2.5 sempat melonjak hingga 325,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 03.00 WIB, yang tergolong dalam kategori hitam atau berbahaya.

Konsentrasi partikulat tersebut perlahan menyusut pada pukul 04.00 WIB menjadi 171,5 µg/m³ dan berlanjut ke angka 164,7 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB.

Kendati menunjukkan tren penurunan, indikator tersebut masih menempatkan kualitas udara di wilayah dalam kategori merah atau sangat tidak sehat.

“Tetapi status kualitas udara masih berada pada kategori merah atau sangat tidak sehat,” katanya.

Pada pagi hari, pemantauan mencatat konsentrasi berada di kisaran 132,7 hingga 148,5 µg/m³ atau masuk kategori kuning (tidak sehat). Penurunan level dari batas berbahaya ini dinilai belum aman bagi warga untuk beraktivitas di ruang terbuka tanpa perlindungan.

Pihak BMKG mengingatkan warga, terutama kelompok rentan, untuk terus memantau tingkat polusi udara serta mengutamakan penggunaan alat pelindung diri.

“Masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan. Sebaiknya tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan,” pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru