Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Prediksi Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, 14 November 2025: Ada Peluang Menguat?

Prediksi rupiah hari ini 14 November 2025 bergerak fluktuatif dengan peluang melemah. Analisis faktor global, Fed, geopolitik, dan defisit APBN.

Seorang karyawan melihatkan uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
Seorang karyawan melihatkan uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA – diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (14/11/2025). Pengamat Ekonomi, & Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan bergerak fluktuatif sebelum ditutup melemah di kisaran Rp16.730–Rp16.770 per AS.

“Pada perdagangan hari ini akan bergerak tidak stabil, namun berpotensi kembali ditutup melemah di rentang Rp16.730–Rp16.770,” ujar Ibrahim.

Pada penutupan Kamis (13/11/2025), rupiah melemah 11 poin ke posisi Rp16.728, setelah sempat menyentuh level terlemah di Rp16.754 sepanjang sesi perdagangan.

Tekanan Eksternal: Kebijakan AS hingga Geopolitik

Ibrahim menjelaskan, pelemahan rupiah terutama dipengaruhi berbagai faktor global. Salah satunya perkembangan di Amerika Serikat, di mana DPR AS mengesahkan RUU pendanaan pemerintah untuk mengakhiri shutdown terpanjang dalam sejarah. RUU disetujui dengan suara 222 berbanding 209 dan menunggu tanda tangan Presiden Donald Trump.

Pengesahan ini dipandang mengurangi ketidakpastian ekonomi AS, terutama terkait aktivitas transportasi dan permintaan bahan bakar yang terganggu akibat shutdown.

Dari sisi kebijakan moneter, pernyataan pejabat Federal Reserve juga menekan rupiah. Gubernur Stephen Miran menilai kebijakan saat ini terlalu ketat, sedangkan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic memilih mempertahankan suku bunga hingga ada bukti kuat bahwa inflasi menuju target 2%.

Di Eropa, tensi geopolitik meningkat setelah Kremlin menilai negara-negara NATO tengah memperkuat persenjataan untuk kemungkinan konfrontasi langsung. Juru bicara Dmitry Peskov menyebut Rusia siap menghadapi segala skenario.

Faktor Internal: Target Jadi Sorotan

Dari dalam negeri, turut dipengaruhi rencana pemerintah yang menargetkan sebesar 2,68% terhadap PDB. Angka tersebut berada di atas batas aman yang diperkirakan berkisar 2,45%–2,53%.

Meski pemerintah menegaskan kebijakan fiskal tetap diarahkan untuk mendorong transformasi ekonomi, Kementerian Keuangan belum memaparkan dasar penetapan batas aman defisit tersebut.

Prospek Rupiah: Tertekan Namun Berpeluang Menguat Terbatas

Pada perdagangan Kamis, rupiah sudah melemah sejak pembukaan. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mencatat pelemahan rupiah selaras dengan meningkatnya optimisme pasar terhadap penyelesaian shutdown pemerintah AS, yang mendorong investor kembali masuk ke aset .

Gedung Putih mengindikasikan bahwa Presiden Trump siap menandatangani RUU pendanaan tersebut, menambah sentimen positif bagi dolar.

Dengan berbagai faktor eksternal dan internal yang masih mendominasi, rupiah diperkirakan bergerak terbatas. Potensi penguatan tetap ada, namun tekanan global masih menjadi tantangan bagi pergerakan kurs dalam jangka pendek.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru