Populasi Indonesia Meroket, Tembus 290,1 Juta Jiwa
Populasi Indonesia tembus 290,1 juta jiwa di 2026, didominasi usia produktif untuk bonus demografi
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Demografi Indonesia resmi mencetak babak sejarah baru. Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I Tahun 2026, jumlah penduduk Indonesia kini menembus angka fantastis 290.125.073 jiwa.
Lonjakan luar biasa sebanyak 1.809.984 jiwa dari periode sebelumnya ini membuktikan dinamika dan pertumbuhan populasi yang masif di tanah air.
Meski begitu, di balik angka raksasa tersebut, tersimpan berkah tersembunyi dengan hampir tujuh dari sepuluh penduduk Indonesia kini berada di usia produktif.
Kabar ini diumumkan langsung oleh Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Dia menyebutkan, total penduduk Indonesia kini mencapai 290.125.073 jiwa yang mengalami kenaikan sebesar 1,81 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, penduduk laki-laki tercatat sebanyak 146.402.289 jiwa atau 50,46 persen, sedangkan penduduk perempuan berjumlah 143.722.784 jiwa atau 49,54 persen dari total keseluruhan populasi nasional.
Adapun usia Produktif (15–64 tahun) sebanyak 201.060.449 jiwa (69,30%). Selain itu, terdapat kelompok usia muda (0–14 tahun) sebanyak 65.964.460 jiwa atau 22,74 persen, serta kelompok usia lanjut (65 tahun ke atas) sebanyak 23.100.164 jiwa atau 7,96 persen dari total populasi.
"Artinya, ini adalah peluang besar yang tidak dimiliki semua negara. Bonus demografi merupakan modal utama menuju Indonesia Emas 2045," tegas Teguh seperti dilansir dari laman Ditjen Dukcapil Kemendagri, Rabu (5/8/2026).
Meski demikian, pemerintah sama sekali tidak terlena. Teguh mengingatkan secara tegas bahwa bonus demografi tidak akan otomatis mendatangkan kesejahteraan jika salah kelola.
Jika gagal diantisipasi lewat penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas SDM, bonus ini justru berbalik menjadi tantangan sosial dan ekonomi yang masif.
Sebaliknya, jika dikelola secara taktis dengan akses pendidikan berkualitas, pelatihan industri yang relevan, serta fasilitas kesehatan tingkat atas, gelombang usia produktif ini akan menjelma menjadi mesin pertumbuhan ekonomi raksasa.
Tidak hanya sekadar angka populasi, kualitas administrasi kependudukan Indonesia juga mencatatkan lompatan drastis. Dari 214,35 juta penduduk wajib KTP-el, sebanyak 208,53 juta jiwa (97,28%) telah sukses melakukan perekaman biometrik berkat strategi jemput bola hingga ke wilayah 3T.
Per 30 Juni 2026, tercatat 7.693 perjanjian kerja sama pemanfaatan data telah diteken bersama kementerian, lembaga, pemda, hingga sektor swasta.
Hebatnya lagi, sistem data kependudukan Dukcapil kini memproses 7 hingga 9 juta permintaan verifikasi data per hari untuk mendukung sektor perbankan, kesehatan, telekomunikasi, hingga ekosistem digital nasional.
"Data Kependudukan Bersih menjadi fondasi bagi transformasi digital pemerintahan. Semakin berkualitas data yang kita miliki, semakin tepat pula berbagai kebijakan publik dapat dirumuskan," pungkasnya.
(zie/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIKasus Peretasan US$351,6 juta di Bitget, Pengamat Kripto: Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp15 Ribu Menjadi Rp2.590.000 Per Gram, Cek Lengkapnya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSBP BUMN Salurkan Tali Asih untuk Keluarga Jurnalis dan ABK Arupadatu I
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Dorong KAI Tambah Armada KRL Jabodetabek
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMSELTNI dan Pemko Palembang Gelar Gotong Royong Bersihkan Aliran Sungai Sekanak
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEODasco Minta Komisi III Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
-
NEWSPolri Perkuat Tata Kelola Institusi Lewat Buku Police Governance
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
SUMSELAtasi Kemacetan, Pemko Palembang Bakal Tertibkan Pasar Tradisional
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
PERISTIWAKebakaran di Padangsidimpuan Hanguskan 9 Rumah, 1 Meninggal Dunia
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan