Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Polda Sumsel Tangkap Dua Pembuat Website Palsu Bhayangkara Run

Polda Sumsel menangkap dua pelaku pembuat website palsu Bhayangkara Run 2026 yang menipu peserta lewat QRIS palsu di Pekanbaru.

Tersangka saat dimintai keterangan oleh Subdit V Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel, Jumat (10/7/2026). (foto: polda sumsel)
Tersangka saat dimintai keterangan oleh Subdit V Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel, Jumat (10/7/2026). (foto: polda sumsel)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Subdit V Tipid Siber menangkap dua tersangka penipuan berinisial MF dan FCAS di Kota , Riau dalam operasi lintas provinsi pada 8 hingga 9 Juli 2026. Keduanya diringkus setelah memalsukan website pendaftaran resmi Sumsel dan mengeruk keuntungan dari masyarakat melalui sistem pembayaran .

“Tersangka secara sengaja membuat website yang menyerupai halaman resmi Sumsel Bhayangkara Run 2026 untuk memperoleh keuntungan melalui QRIS palsu," ujar Kasubdit V Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan , dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (10/7/2026).

Dwi Utomo menjelaskan jika pengungkapan kasus penipuan ini berawal dari laporan pihak Event Organizer (EO) yang mendeteksi adanya tautan pendaftaran ilegal di media sosial pada Sabtu (30/5/2026) pukul 10.00 WIB.

Padahal, agenda registrasi kepesertaan yang asli baru dijadwalkan buka pada 2 Juni 2026. Tersangka mendesain situs tersebut memakai pamflet resmi, formulir JotForm, serta kode .

"Penyidikan dilakukan secara komprehensif dengan memanfaatkan kemampuan digital forensik hingga akhirnya kedua tersangka berhasil diamankan di ," imbuhnya.

Dari hasil pelacakan forensik digital bersama ahli Kementerian Komunikasi dan Digital, tersangka MF berperan merancang situs tiruan dan menaruh kode QRIS perantara. Sementara tersangka FCAS bertugas menyebarkan tautan tersebut lewat Instagram.

Polisi mengamankan barang bukti berupa tiga unit ponsel serta satu akun merchant GoPay untuk menampung dana korban.

"Kami juga terus mengembangkan perkara ini untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat,” lanjutnya.

Kasus ini menjadi atensi serius karena mencatut identitas visual institusi Polri untuk menipu publik secara melawan hukum.

Pulihkan Rasa Aman Ruang Digital

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya memastikan proses penelusuran aliran dana haram akan terus dilakukan secara mendalam guna memulihkan rasa aman masyarakat di ruang digital.

“Polda Sumatera Selatan mengajak masyarakat untuk selalu mengakses informasi melalui kanal resmi institusi. Jangan mudah mempercayai tautan maupun kode pembayaran yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu," tegasnya.

Nandang menambahkan, keberhasilan pembongkaran kasus antarprovinsi ini merupakan bukti nyata dari komitmen instansinya dalam mengayomi warga dari ancaman kejahatan berbasis teknologi. Pihaknya meminta masyarakat untuk selalu awas sebelum melakukan segala bentuk transaksi elektronik.

"Pengungkapan kasus ini membuktikan komitmen Polda Sumsel dalam melindungi masyarakat dari berbagai bentuk yang semakin berkembang seiring kemajuan teknologi,” pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait