Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Perayaan Waisak di Lapas Cipinang, Momentum Refleksi dan Pembelajaran bagi Warga Binaan

Wachid Wibowo menegaskan, bahwa perayaan Waisak bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan sarana pembinaan karakter Warga Binaan secara menyeluruh

Perayaan Waisak di Lapas Cipinang, Selasa (20/5/2025). (Foto: dok Lapas Cipinang)
Perayaan Waisak di Lapas Cipinang, Selasa (20/5/2025). (Foto: dok Lapas Cipinang)
A A

, JAKARTA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang menggelar Perayaan Hari Raya Waisak di Vihara Ariyasacca pada Selasa (20/5/2025).

Kegiatan yang dipimpin oleh Bhikkhu Sri Subalaratano Mahāthera ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan spiritual bagi , melalui internalisasi nilai-nilai ajaran Buddha yang sarat makna tentang kesadaran, kedamaian, dan perubahan diri.

Kepala Lapas (Kalapas) Cipinang, Wachid Wibowo menegaskan, bahwa bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan sarana pembinaan karakter Warga Binaan secara menyeluruh. 

Baca Juga: Peringati Waisak 2025, Rico Waas Bilang Medan Rumah Bagi Berbagai Etnis

“Saya berharap peringatan Waisak ini menjadi momen dan pembelajaran bagi kita semua, khususnya bagi Warga Binaan, untuk terus memperbaiki diri. Pemasyarakatan bukan hanya soal menjalani masa pidana, tetapi juga tentang membentuk pribadi yang lebih baik agar siap kembali ke masyarakat,” ungkapnya, Kamis (22/5/2025).

Kepala Subdirektorat Penyuluhan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Kementerian Agama RI, Andi Dela Yulianto yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas komitmen dalam memberikan ruang ibadah dan pembinaan spiritual yang inklusif. 

“ di ini merupakan contoh nyata bagaimana negara hadir dalam memberikan pelayanan keagamaan yang setara bagi seluruh , tanpa terkecuali. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa setiap individu, di mana pun berada, memiliki hak untuk memperbaiki diri dan menjalani proses pembinaan spiritual secara utuh,” ujarnya.

Kegiatan juga dihadiri oleh jajaran pejabat struktural Lapas Cipinang serta Pengurus Pusat Wanita Theravada Indonesia. Salah satu momen utama adalah Penyalaan Lilin Lima Warna, yang melambangkan cahaya kebijaksanaan, kesadaran, dan harapan bagi seluruh umat Buddha, termasuk Warga Binaan yang mengikuti prosesi dengan penuh ketenangan dan khidmat.

Baca Juga: 44 Warga Binaan Lapas Cipinang Dapatkan Remisi Waisak

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan, menekankan pentingnya pendekatan pembinaan berbasis spiritualitas dalam menciptakan perubahan perilaku.

“Kami terus berupaya menghadirkan kegiatan pembinaan keagamaan yang bermakna dan berkesinambungan. Melalui momen seperti Waisak, kami ingin Warga Binaan memiliki ruang untuk merenung, menguatkan iman, dan menata ulang jalan hidup mereka,” katanya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Kelas I Cipinang kembali menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pembinaan berbasis keagamaan yang menyentuh aspek spiritual, emosional, dan sosial Warga Binaan. Di balik tembok pemasyarakatan, semangat perubahan terus tumbuh, memberi harapan bagi setiap individu untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik.

(Akb/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru