Penyaluran Beras SPHP di Sumut hingga Akhir September Capai 25.060 Ton, Kota Medan Tertinggi
Untuk jumlah yang sudah tersalurkan sekitar 25.060 ton dari target 89.861 ton per tahun
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan jika penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai sekitar 25.060 ton dalam periode bulan Januari hingga 29 September 2025.
Di mana dari jumlah tersebut, Bulog sendiri menargetkan penyaluran beras SPHP dengan total 89.861 ton per tahun ini, akan rampung dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.
"Untuk jumlah yang sudah tersalurkan sekitar 25.060 ton dari target 89.861 ton per tahun. Berati saat ini sudah sekitar 30 persen yang didistribusikan ke sejumlah wilayah di Sumut," ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, Senin (29/9/2025) sore.
Untuk penyebaran beras SPHP saat ini, Kota Medan masih menjadi yang tertinggi di wilayah Sumut. Hal ini lantaran Medan memiliki jumlah penduduk terbanyak di Sumut.
Baca Juga : Dirut Bulog Sidak Sejumlah Pasar Tradisional Medan: Pastikan Harga Beras SPHP, Minyak dan Gula Tetap Stabil
"Untuk penyebaran tertinggi saat ini ada di Kota Medan dan beberapa wilayah lain seperti Deliserdang, Tebingtinggi, Batubara, Siantar yang memang dengan jumlah potensi penduduknya tinggi," jelas Budi.
Namun Budi juga menjelaskan, jika dengan harga yang murah ini penyebaran beras SPHP di beberapa wilayah yang bukan penghasil padi cukup tinggi walaupun jumlah penduduknya tidak terlalu banyak.
"Dengan harga yang murah, untuk di beberapa wilayah walaupun jumlah penduduknya tidak terlalu banyak namun bukan penghasil padi seperti Nias, Gunung Sitoli, Nias Barat dan Nias Utara, penyebaran SPHP ini juga cukup tinggi," ungkapnya.
Bulog sendiri, menentapkan harga jual beras SPHP sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram.
Baca Juga : Hubdam I/BB Bersama Pengurus Persit Gelar Gerakan Pangan Murah: 1,5 Ton Beras SPHP Habis Terjual
Sementara itu lebih lanjut Budi, untuk stok beras yang ada di Perum Bulog Sumut saat ini berkisar 41.000 ton. Dimana, jumlah tersebut berdasarkan stok cadangan beras pemerintah.
Dengan jumlah stok beras yang ada ini, dirinya memastikan jika stok tersebut cukup untuk kebutuhan masyarakat sumut selama tiga bulan ke depan. Namun begitupun, dirinya juga tengah meminta stok tambahan dari beberapa wilayah lain.
"Untuk stok yang ada saat ini 41.000 ton, jumlah tersebut masih cukup untuk tiga bula kedepan. Namun, saat ini kita juga sedang meminta penambahan stok dari wilayah lain," pungkasnya.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSDugaan Pelecehan Seksual di UGM Mencuat, Habib Syarief Minta Tindakan Tegas Jika Terbukti
hendra·5 menit yang lalu -
-
SUMSELDinkes Sumsel Catat 29.969 Kasus ISPA Akibat Dampak Kabut Asap Karhutla hingga September 2026
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDugaan Mafia Tanah di Sulteng Diadukan ke Komisi III DPR, Kuasa Hukum Soroti SP3 Polda
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Kasus PNBP Pelabuhan Belawan, JPU Dalami Prosedur Pemanduan dan Navigasi Kapal
hendra·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANMulai Oktober, Siswa SMA/SMK Bermasalah Bakal Dibina di Barak Kopassus
hendra·3 jam yang lalu -
PERISTIWADua Pemuda Tewas di Kontrakan, Polisi Temukan Bau Gas Menyengat dan Kompor Masih Menyala
hendra·3 jam yang lalu -
NASIONALDPD dan TNI Dorong Karya Bakti di Bengkulu, 580 Titik Pembangunan Disiapkan
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KRIMINALMelawan Petugas, Dua Terduga Pelaku Curanmor di Binjai Kota Ditembak Polisi
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALLBH Pandawa Khatulistiwa Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Aliran Emas Papua di Samarinda
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan