Pengguna Narkoba Picu Overkapasitas Lapas, Anggota DPR Usul Pendekatan Rehabilitasi
Pangeran Khairul Saleh usul rehabilitasi pengguna narkoba untuk atasi overkapasitas lapas di Indonesia
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi XIII DPR Pangeran Khairul Saleh, mengungkapkan bahwa sekitar 60–70 persen penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia merupakan pengguna atau korban narkoba. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama over kapasitas di berbagai Lapas.
Menurutnya, persoalan tersebut sebenarnya dapat diatasi melalui pendekatan rehabilitasi, bukan pemidanaan. Ia mencontohkan kebijakan yang telah diterapkan di sejumlah negara seperti Portugal, Australia, dan Prancis, yang lebih mengedepankan pemulihan bagi pengguna narkoba.
“Selama ini kita masih menggunakan pendekatan pidana. Padahal, untuk kasus penggunaan narkoba di bawah satu gram atau pengguna, seharusnya bisa diarahkan ke rehabilitasi,” ujar Khairul Saleh, Minggu (12/4/2026).
Ia menjelaskan, solusi tersebut tengah didorong untuk diakomodasi dalam revisi Undang-Undang Narkotika dan Psikotropika. Bahkan, sosialisasi kepada aparat penegak hukum juga telah dilakukan agar pengguna narkoba tidak lagi diproses secara pidana.
Khairul menilai pengguna narkoba pada dasarnya adalah korban yang membutuhkan perawatan. Jika dipenjara, kondisi mereka justru berpotensi semakin memburuk.
“Pengguna itu dalam kondisi sakit. Kalau dipenjara, bisa tambah parah. Ke depan, kita harapkan tidak ada lagi pengguna narkoba di Lapas, semuanya direhabilitasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti keberhasilan Portugal dalam menerapkan kebijakan rehabilitasi selama lebih dari satu dekade. Di negara tersebut, pengguna narkoba tidak dipenjara meskipun telah berulang kali menggunakan.
“Kalau di Indonesia saat ini, pengguna yang sudah dua kali tertangkap, pada pelanggaran ketiga bisa dipenjara. Ini yang perlu kita ubah,” jelasnya.
Meski demikian, Khairul tetap menegaskan bahwa peredaran narkoba merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang harus ditindak tegas. Ia pun meminta aparat seperti kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk terus memperkuat upaya pemberantasan peredaran narkoba.
“Kita berharap aparat penegak hukum dapat semakin menekan peredaran narkoba di seluruh wilayah,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWABanjir Terjang Gayo Lues, 100 Rumah Rusak dan 4 Hanyut Terbawa Arus
hendra·3 jam yang lalu -
-
PERISTIWAKebakaran Hebat di Pool Damri Bandung, Puluhan Bus Hangus dan 13 Rumah Warga Terbakar
hendra·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPria Hendak Bakar Masjid di Pondok Kelapa Jaktim, 3 Jemaah Diserang Kapak dan Belati
hendra·4 jam yang lalu -
PERISTIWAKru Ketiga Helikopter Super Puma yang Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Tewas
hendra·5 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALEdarkan Sabu di Kawasan Pemukiman, Pria Paruh Baya Ditangkap Polrestabes Medan
hendra·5 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Ajak Warga Jaga Persaudaraan: Rawat Indonesia Dimulai dari Keluarga
hendra·6 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALTiang Lampu Merah Tanjung Morawa Dimaling, Dua Pelaku Diringkus
hendra·7 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGeger Gangster di Surabaya! Dua Remaja Dikeroyok, Punggung dan Bibir Dibacok
hendra·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan