Pemkot Palembang Proyeksikan 200 Taksi Listrik Green SM Jadi Feeder LRT Sumsel
Pemkot Palembang siapkan 200 taksi listrik Green SM asal Vietnam untuk dukung konektivitas feeder LRT Sumsel
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Sebanyak 200 armada taksi listrik Green SM asal Vietnam diproyeksikan bakal menyokong konektivitas moda transportasi massal di Kota Palembang menuju stasiun Light Rail Transit (LRT) Sumsel.
Pemerintah Kota Palembang menilai penambahan ratusan armada berbasis energi terbarukan ini berpotensi besar disiagakan sebagai angkutan pengumpan (feeder) bagi masyarakat penikmat jasa transportasi publik.
โDengan adanya tambahan 200 armada ini jadi secara tidak langsung menambah angkutan pengumpan bagi LRT yang saat ini sebagai tulang punggung angkutan umum di Palembang,โ ujar Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, Selasa (15/9/2026).
Dewa menjelaskan, skema integrasi moda ini diyakini mampu memperluas jangkauan mobilitas warga dari wilayah permukiman maupun pusat keramaian menuju stasiun LRT dan sebaliknya.
Selain memperkuat sistem keterhubungan angkutan perkotaan, pengoperasian armada listrik ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan konsep kawasan ramah lingkungan.
โDan yang paling penting manfaat utama taksi listrik juga mengurangi emisi karbon secara signifikan, dan perjalanan bebas emisi dan menekan biaya operasional harian bagi pengguna jasa transportasi ini,โ ujarnya.
Dukungan terhadap masuknya arus investasi Green SM turut disampaikan jajaran Pemkot Palembang dengan menekankan kepatuhan penuh terhadap regulasi operasional kendaraan di jalan raya.
Pemerintah Kota menegaskan seluruh unit taksi listrik wajib mengantongi kelengkapan perizinan hukum serta prosedur keselamatan berlapis sebelum resmi beroperasi mengangkut penumpang.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang Isnaini Madani menyampaikan jika ini merupakan investasi yang baik bagi Kota Palembang, tetapi harus dipersiapkan dari berbagai sisi.
โKarena ini taksi listrik, perlu mitigasi risiko dan seluruh perizinan harus dipenuhi. Salah satu syarat utama adalah seluruh kendaraan wajib lulus uji KIR sebelum dioperasikan," terangnya.
Isnaini menegaskan jika pihak perusahaan penyedia jasa pengangkutan juga diwajibkan membangun infrastruktur pendukung secara mandiri, termasuk penyediaan pool armada dan jaringan stasiun pengisian daya.
Langkah tersebut ditujukan agar aktivitas pengisian ulang baterai kendaraan operasional tidak mengganggu keberadaan sarana utilitas publik yang sudah ada.
"Perusahaan juga harus memastikan ketersediaan SPKLU, sehingga tidak membebani fasilitas publik yang telah ada," tegas dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAPSMS Cukur Persiraja 5-0 dan Rebut Puncak Klasemen
Herman Saleh Harahap·24 menit yang lalu -
INTERNASIONALIran-AS Kembali Memanas! Dua Rudal Hantam Pulau Qeshm, Trump Akui Serangan Terbatas
hendra·6 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTegur Suami Gegara Judi, Istri di Jakbar Dianiaya hingga Disundut Bara Rokok
hendra·6 jam yang lalu -
NASIONALHasto Ungkap PDIP Intensif Lobi Fraksi DPR, Dorong Tindak Lanjut Putusan MA soal Gibran
hendra·7 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALUsai Pesta Miras, Pria di Maros Tikam Keponakan hingga Kritis gegara Salah Paham soal Gaji
hendra·8 jam yang lalu -
NEWSDKPP Terima 5 Aduan soal Pencalonan Gibran, Dua Siap Masuk Tahap Persidangan
hendra·9 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALWN Malaysia Rampok Warga Batam Pakai Pisau dan Airsoft Gun, Gasak Mobil hingga Rp292 Juta
hendra·9 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Sita 1,2 Juta Pil Tramadol Ilegal, Pria Asal Aceh Ditangkap
hendra·10 jam yang lalu -
-
SUMSELGapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Palembang Imbauu Penumpang Cek Ulang Jadwal Tiket
Rozie Winata·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan