Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pemerintah Diminta Segera Antisipasi PHK Massal di Industri Rokok

Pemerintah harus membereskan soal ini, sehingga tidak terjadi pemutusan hubungan kerja dari pabrik-pabrik rokok yang sedang tidak kondusif

Bagikan:
Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago. (Foto: dok instagram/ @irmasuryani.offical)
Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago. (Foto: dok instagram/ @irmasuryani.offical)
A A

, JAKARTA -  Pemerintah Diminta segera turun tangan mengantisipasi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengancam para pekerja di .

Hal itu ditegaskan Anggota Komisi IX merespon di perusahaan rokok Gudang Garam.

Sebelumnya, kabar PHK pada perusahaan yang berbasis di Jawa Timur itu viral di media sosial. Video yang beredar menunjukkan ratusan karyawan sedang berkumpul dalam acara perpisahan menjelang PHK.

Baca Juga : LaNyalla Dukung Penerbitan Tarif Cukai Golongan III SKM Industri Rokok Skala Kecil

“Artinya pemerintah harus membereskan soal ini, sehingga tidak terjadi pemutusan hubungan kerja dari pabrik-pabrik rokok yang sedang tidak kondusif. Saya kira ini harus menjadi perhatian pemerintah,” katanya, Selasa (9/92025).

Selain harga rokok yang terus melambung, Irma juga menyoroti maraknya peredaran rokok ilegal. Menurutnya, keberadaan rokok ilegal turut memperparah .

Baca Juga : Industri Rokok Didorong Jadi Pilar Penunjang Ekonomi Nasional

“Banyaknya industri rokok ilegal yang produk-produk rumahan itu, kemudian tidak memberikan cukai kepada pemerintah. Sementara harga-harga rokok yang memiliki cukai resmi itu tinggi itu menimbulkan banyak persoalan,” ujar politikus NasDem ini.

Komisi IX berkomitmen untuk mengawasi pemerintah agar dapat meminimalisasi potensi PHK dan memulihkan ekosistem industri rokok di Indonesia.

“Kami di DPR akan mengawasi, kami tidak ingin lagi seolah-olah di DPR itu tidak bekerja. DPR mengkritisi, DPR melakukan investigasi, sehingga kami tahu persoalannya apa. Kemudian bisa merekomendasikan kepada pemerintah solusinya harus seperti apa, agar pengangguran berjemaah tidak semakin bertambah,” tegasnya.

(cw1/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru