Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,25% Berada di Level Rp16.287 Per Dolar AS di Perdagangan Rabu (20/8/2025)
nilai tukar rupiah masih melemah berada di level Rp 16.287 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,25% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.246
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (20/8/2025) nilai tukar rupiah masih melemah berada di level Rp 16.287 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,25% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.246 per dolar AS.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,11% Berada di Level Rp16.187 Per Dolar AS Pagi Ini
Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS siang ini. Dolar Taiwan mencatat pelemahan terdalam yakni 0,50%, disusul won Korea yang melemah 0,47%, rupiah melemah 0,25%, pesso Filipina melemah 0,15%, rupee India melemah 0,12%.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Loyo Melemah 0,23% Berada di Level Rp 16.236 Per Dolar AS
Dolar Hong Kong melemah 0,10%, dolar Singapura melemah 0,06%, yuan Cina melemah 0,04%, ringgit Malaysia melemah 0,03% dan baht Thailand yang melemah 0,01% terhadap dolar AS.
Sedangkan yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS siang ini dengan kenaikan 0,09%.
Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Berkonsolidasi Dalam Rentang Sempit
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,36, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,26.
Analis Pasar: rupiah" class="article-tag-link" rel="tag">Nilai Tukar Rupiah Bergerak Diramalkan Berfluktuatif Hari Ini
Pada perdagangan hari ini. Selasa (19/8/2025) rupiah" class="article-tag-link" rel="tag">nilai tukar rupiah melemah ditutup di Rp 16.246 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.
Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Diproyeksikan akan Bergerak Sideways Hari Ini
Ini membuat nilai tukar rupiah melemah 0,29% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp16.198 per dolar AS.
Rupiah berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia juga melemah ke level Rp 16.241 per dolar AS. Nilai tersebut melemah 0,48% dibanding penutupan perdagangan sebelumnya pada Jumat (15/8).
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,11% Berada di Level Rp16.187 Per Dolar AS Pagi Ini
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah diantaranya dipengaruhi sentimen RAPBN tahun 2026.
Pemerintah berencana menarik utang baru senilai Rp 781,87 triliun pada 2026. Hal ini terungkap dalam Buku II Nota Keuangan Beserta RAPBN 2026.
Dalam RAPBN tahun anggaran 2026, pembiayaan utang direncanakan sebesar Rp 781,868 miliar yang akan dipenuhi melalui penerbitan SBN dan penarikan pinjaman.
Adapun, pembiayaan utang berasal dari SBN antara lain Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara.
Sementara itu, pinjaman pemerintah terdiri dari pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri.
Pembiayaan utang dari SBN mencapai Rp 749,19 triliun atau naik jika dibandingkan outlook 2025. Kemudian, pembiayaan pinjaman (neto) pada 2026 direncanakan sebesar Rp 32,67 triliun atau turun 74,9% dibandingkan outlook 2025.
Pinjaman neto tersebut akan dipenuhi melalui pinjaman dalam negeri neto sebesar negatif Rp 6.535,5 miliar (Rp 6,53 triliun) dan pinjaman luar negeri neto sebesar Rp 39.210,6 miliar (Rp 39,21 triliun).
"Pemerintah mengklaim pengelolaan utang dipastikan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, mengutamakan pembiayaan inovatif dan berkelanjutan," ujar Ibrahim.
Sementara itu, Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah melemah di tengah sikap hati – hati investor mengantisipasi pekan yang padat agenda ekonomi.
Seperti risalah FOMC dan pidato Ketua Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole. Serta geopolitik seperti perundingan perang Ukraina.
"Namun melihat besarnya pelemahan rupiah, juga didorong oleh aksi ambil untung dari penguatan besar rupiah belakangan ini," ucap Lukman.
Lukman bilang, rupiah berpotensi masih tertekan, walau diperkirakan tidak akan mengubah tingkat suku bunga. Namun investor tetap berhati – hati mengantisipasi kemungkinan Bank Indonesia memangkas suku bunga hari ini di tengah meredanya tekanan dolar AS.
Ibrahim memperkirakan, nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.240 - Rp.16.300 per dolar AS pada Rabu (20/8/2025).
Sedangkan Lukman memproyeksikan, rupiah bergerak di kisaran Rp 16.200 – Rp 16.300 per dolar AS.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWAEmpat Anggota OPM Tewas dalam Kontak Tembak dengan TNI di Intan Jaya
hendra·23 menit yang lalu -
SUMUTWali Kota Binjai Lantik Sofyan Syahputra Siregar Jadi Kadis Pendidikan, 41 Kepala Sekolah Terima SK
hendra·56 menit yang lalu -
SUMSELKabut Asap Pekat, Enam Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Terdampak
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Korupsi Proyek, Kejati Sumsel Limpahkan Wabup PALI Nonaktif ke Kejari Palembang
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALUnik! Makam Kuno Era Romawi Berbentuk Piramida Ditemukan di Mesir
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KESEHATANWaspada! 27 Kasus Influenza A Terdeteksi di Medan dan Deliserdang
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel dan Bhayangkari Gelar Bakti Sosial di Pulau Borang Banyuasin
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KOTA MEDANSakit Hati Ditalak, Istri Laporkan Suaminya ke Poldasu
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOTarget Semifinal FIFA ASEAN Series, Habib Syarief Soroti Regenerasi dan Strategi Timnas
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
SUMSELDiselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Zona Merah
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan