Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Rabu 15 Oktober 2025: Fluktuatif, Dibuka Menguat ke Rp16.577 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari
nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini, Rabu (15/10/2025). Meski demikian, pada awal perdagangan pagi rupiah sempat menunjukkan sinyal penguatan.
Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka menguat 0,16% atau 26 poin ke level Rp16.577 per dolar AS pada pukul 09.12 WIB. Sementara indeks dolar AS melemah tipis 0,13% ke posisi 98,92.
Namun pada penutupan perdagangan sebelumnya, Selasa (14/10/2025), rupiah tercatat melemah 0,18% atau turun 30 poin menjadi Rp16.603 per dolar AS, seiring dengan penguatan indeks dolar AS yang naik ke level 99,39.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang regional juga menunjukkan tren bervariasi.
Melemah: won Korea Selatan (-0,58%), dolar Taiwan (-0,22%), rupee India (-0,18%), yuan China (-0,14%), ringgit Malaysia (-0,05%), dan baht Thailand (-0,44%).
Menguat: yen Jepang (+0,13%) dan dolar Hong Kong (+0,06%).
Menurut Marc Chandler, Chief Market Strategist Bannockburn Capital Markets, pelaku pasar sempat menilai ketegangan perdagangan antara AS dan China meningkat. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan hubungan kedua negara masih dalam tahap negosiasi yang konstruktif.
Dari sisi kebijakan moneter, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pasar tenaga kerja AS masih menunjukkan performa solid pada September, menandakan prospek ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya.
Sementara itu, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah masih akan bergerak dalam kisaran Rp16.600–Rp16.650 per dolar AS hingga akhir perdagangan hari ini.
Menurutnya, sentimen global masih didominasi oleh isu perang tarif antara Amerika Serikat dan China, serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed.
“Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa Donald Trump akan bertemu Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan akhir bulan ini. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi kemajuan perdagangan kedua negara,” ujar Ibrahim.
Selain faktor eksternal, pasar juga menaruh harapan pada ketahanan ekonomi domestik. Optimisme terhadap ekonomi Indonesia meningkat setelah IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 2025 menjadi 4,8%, dari sebelumnya 4,7%.
Kinerja ekonomi yang stabil, inflasi terjaga, serta tren penurunan suku bunga global diyakini akan menjadi penopang utama rupiah dalam menghadapi tekanan eksternal.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·6 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
SEPAKBOLAIndonesia Imbang Lawan Malaysia, Kartu Merah Haye Jadi Sorotan
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
RELIGIPeringati Maulid Nabi, Rico Waas Ajak Warga Atasi Masalah Medan
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIBupati Pasaman Barat Jenguk Korban Serangan Buaya di RSUD
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANRico Waas Minta Bangso Batak Jaga Budaya dan Rangkul Anak Muda
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NEWSTNI Gagalkan Penyelundupan 16,4 Kg Sabu di Perbatasan Malaysia
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Paparkan Capaian Penanganan Bencana kepada Satgas PRR
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan