Misteri Kematian PMI Asal Palembang di Kamboja, Jenazah Diautopsi di RS Bhayangkara
Autopsi PMI Palembang tewas di Kamboja digelar di RS Bhayangkara guna mengungkap penyebab pasti kematian korban
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Palembang, M Erlangga (28) yang meninggal dunia di Kamboja pada 17 Februari 2026 lalu, kini menjalani proses autopsi di RS Bhayangkara Palembang guna mengungkap penyebab pasti kematian korban yang diduga terjatuh dari gedung tempatnya bekerja.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan, Waydinsyah menyampaikan jika korban meninggal dunia akibat pendarahan hebat di bagian kepala saat dalam proses evakuasi menuju rumah sakit di Kamboja.
Hingga saat ini, pihak otoritas Indonesia masih kesulitan mendapatkan detail kronologi kejadian dari pihak tempat korban bekerja di luar negeri.
"Kita belum tahu apakah ini murni kecelakaan kerja atau ada unsur lain. Pihak keluarga telah menyerahkan jenazah ke RS Bhayangkara untuk mengetahui lebih jelas penyebab kematiannya melalui hasil autopsi dari tim medis Polda," ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan dokumen-dokumen hasil pemeriksaan awal dari Kamboja akan dipelajari bersamaan dengan hasil autopsi di Indonesia.
“Minimnya informasi dari negara penempatan menjadi kendala utama dalam penyidikan awal kasus yang menimpa warga Palembang yang berangkat sejak Oktober 2025 ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Sumsel, Indra Bangsawan, mengungkapkan, korban tercatat sudah dua kali bekerja di Kamboja meskipun pemerintah Indonesia secara resmi belum memiliki kesepakatan kerja sama penempatan PMI di negara tersebut.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah tergiur iming-iming gaji tinggi untuk bekerja di luar negeri tanpa status pekerjaan yang jelas. Sebaiknya pencari kerja menanyakan terlebih dahulu melalui Disnaker atau BP3MI untuk memastikan kejelasan pekerjaan yang dijanjikan," tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengusut tuntas hak-hak korban dan memastikan perlindungan bagi warga negara yang berada di luar negeri.
"Kami tunggu saja hasil autopsi dari tim forensik. Penegakan prosedur ini penting agar penyebab kematian korban menjadi terang benderang dan tidak menimbulkan simpang siur di tengah pihak keluarga," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan