Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Mantan Wakil Presiden Bocorkan Asal Muasal Lahan Ratusan Ribu Hektor Milik Prabowo

“Waktu awal saya Wakil Presiden zaman SBY, tahun saya yang pertama. Kira-kira, 10 hari setelah saya menjabat itu datang Pak Prabowo menemui di kantor

Bagikan:
Mantan Wakil Presiden Bocorkan Asal Muasal Lahan Ratusan Ribu Hektor Milik Prabowo
A A

Mantan Bocorkan Asal Muasal Lahan Ratusan Ribu Hektor Milik Prabowo

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Mantan wakil Presiden (Wapres) atau yang akrab disapa ini membocorkan asal muasal lahan ratusan ribu hektar milik Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 .

membocorkan asal muasal tersebut perihal masalah tanah milik Capres nomor urut 2 dipertanyakan sama pasangan calon (Paslon) saat debat Capres dan Cawapres ketiga yang dilaksanakan pada Minggu (7/1/2024) di Istora Senayan, Jakarta.

JK mengaku tidak ada yang salah dalam kepemilikan lahan seluas 340 ribu hektar milik secara aturan perundang-undangan.

“Tidak salah, Pak Prabowo Subianto punya lahan, hanya memiliki, sebagai pengusaha saya rasa tidak salah. Saya izinkan kok,” kata JK di kediamannya daerah Jakarta Selatan pada Rabu (10/1/2024).

Namun, JK melihat, apa yang disampaikan Anies saat debat Capres kemarin, bukan perihal kepemilikan lahan. Anies berbicara tentang keadilan.

“Untuk tanah tidak salah karena ada izinnya. Cuma artinya ya, saya kira Anies berbicara tingkat keadilannya. Bukan berbicara tentang hukumnya,” bebernya.

JK Beberkan Lahan Milik Prabowo Subianto

JK pun menceritakan duduk perkara kepemilikan lahan milik Prabowo Subianto tersebut.

Pada 2004, JK sebagai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Waktu awal saya Wakil Presiden zaman SBY, tahun saya yang pertama. Kira-kira, 10 hari setelah saya menjabat itu datang Pak Prabowo menemui di kantor, karena saya sudah kenal lama, teman baik,” ceritanya.

Kemudian, JK mempersilakan Menteri Pertahanan itu duduk. Setelah itu, JK mengungkapkan keinginan Prabowo Subianto untuk melanjutkan bisnis dengan membeli PT. Kiani Kertas di Kalimantan milik Bob Hasan yang macet di bank.

“Saya bilang, silakan duduk Pak Jendral. Ada apa ini saya bilang. Dia ingin untuk melanjutkan bisnis, ingin membeli PT. Kiani Kertas, pabrik kertas di Kalimantan itu milik daripada Bob Hasan, yang macet di bank. Saya tanya di bank mana macetnya? Dia bilang di Mandiri,” cerita JK.

Kemudian, JK mengaku sempat menghubungi Direktur Utama Bank Mandiri saat itu menanyakan apa benar PT. Kiani Kertas mau dijual karena kredit macet.

Ternyata, aku JK, memang benar perusahaan tersebut mau dijual dengan bandrol 150 juta US Dollar saat itu dan peminatnya dari Singapura.

“Saya bilang, jangan jual ke Singapura. Lebih baik dibeli oleh pengusaha nasional, jangan ke asing. Saya pegang selalu prinsip itu. Boleh pak, asal cash tidak boleh restrukturisasi,” ujarnya.

JK Arahkan Prabowo Jumpai Pihak Bank

JK menyampaikan kepada Prabowo boleh saja dibeli harganya 150 juta US Dollar dibayarkan secara cash. Setelah itu, JK meminta Prabowo datang ke Bank Mandiri untuk menemui seseorang hingga akhirnya terjadi kesepakatan membeli perusahaan tersebut.

“Deal, saya dengar beberapa waktu kemudian maka dia bayar dan itu jadi milik Prabowo pabrik itu. Rupanya, karena ini pabrik kertas, maka punya lahan luas untuk menjadi hutan industri. Jadi hutan industri untuk menanam pohon sebagai bahan baku pabrik kertas itulah luasnya di Penajam situ lebih 200 ribu. Jadi haknya HGI untuk pengelolaan, seperti HGU (Hak Guna Usaha) saya tidak tahu (bentuk izinnya). Tapi biasanya untuk pengelolaan. Itulah kenapa Pak Prabowo punya lahan,” terang  JK.

Prabowo Tidak Ambil Pusing

Seperti diketahui, saat di Sumatera Selatan, Palembang pada Selasa (9/1/2024) kemarin, Prabowo akui tidak ambil pusing atas penilaian tersebut dan ia bakal terus bekerja sebagai Menhan untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

"Ada yang mau kasih saya nilai 11 dari 100. Saya sebagai anak Betawi saya jawab emang gue pikirin," kata Prabowo dengan reaksi gemoynya saat menghadiri acara Silaturahmi Nasional Jaringan Santri Indonesia di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (9/1/2024). 

Selain itu, Prabowo juga menyinggung Anies Baswedan yang memberi nilai tersebut tidak memiliki data yang benar.

"Apalagi dari ente (Anies), kalau dari ente mah, sorry ye. Saya lebih takut kepada rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia silakan beri nilai kepada saya," ujarnya.

Di samping itu, Prabowo Subianto akui akan tetap berjalan tegak lurus untuk Republik Indonesia dan mengabdikan diri.

"Biarlah ada yang menggonggong kita jalan terus, di atas jalan yang direstui dan diridai oleh Allah," pungkasnya.

(Akb/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait