Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Legislator Soroti Harga Beras di Pasaran Masih Bertahan Mahal

ia meminta Kementerian Pertanian (Kementan) perbaiki kualitas produksi gabah

Anggota Komisi IV DPR, Bambang Purwanto. (Foto: dok istimewa)
Anggota Komisi IV DPR, Bambang Purwanto. (Foto: dok istimewa)
A A

, JAKARTA - di pasaran yang masih bertahan mahal mendapat sorotan tajam dari Komisi IV .

Anggota Komisi IV , Bambang Purwanto mengatakan, ada yang keliru dalam hal produksi beras. Pasalya, produksi di dalam negeri melimpah namun masih mahal di pasaran.

Untuk itu, ia meminta (Kementan) perbaiki kualitas produksi

Baca Juga : Prabowo Lanjutkan Bansos Beras untuk 18,2 Juta Keluarga

“Produksi banyak tapi harga mahal. Menurut hemat saya ada satu hal kurang tepat, yaitu kualitas produksinya harus diperbaiki,” katanya, Rabu (17/9/2025).

Pria yang biasa disapa Pak Dhe ini menambahkan, apabila kualitas produksi ini baik maka bisa menurunkan harga hingga 30 persen dari gabah kering panen sampai ke beras.

Selain itu, politisi Partai Demokrat ini menyoroti lahan cetak sawah. Ia menilai hal tersebut perlu disoroti karena banyak lahan yang hilang.

Baca Juga : Jangan Sampai Ada Penumpang Gelap, Pemerintah Diingatkan Awasi Impor Beras Horeka

Ia mengatakan, apabila kualitas cetak sawah yang dibuat oleh Kementan tidak baik, maka berdampak pada pekerja di lapangan juga tidak berkualitas.

“Ini mohon dijelasnya karena ini pengaruhnya sangat besar terhadap tingkat produktivitas kedepan,” kata PakDhe.

“Atas dasar apa menunjukan lokasi itu, petaninya siapa, jangan sampai setelah dibuk tidak ada yang melanjutkan. Ini menjadi masalah berikutnya,” pungkas legislator asal dapil Kalimantan Tengah ini.

Diketahui, harga rerata beras premium dan medium masih melampaui harga eceran tertinggi (HET) pada Selasa (16/9/2025).

Melansir Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada pukul 08.25 WIB, harga rata-rata beras premium di tingkat konsumen mencapai Rp16.002/kg secara nasional. Harganya naik 7,4% dari HET nasional beras premium yang dipatok sebesar Rp14.900/kg.

Baca Juga : Legislator Ingatkan Bapanas soal Anggaran Rp22,5 Triliun Jangan Hanya untuk Program Beras Gratis

Kenaikan harga beras premium terjadi di semua wilayah, di zona 1 senilai Rp15.322/kg, zona 2 senilai Rp16.351/kg, dan zona 3 senilai Rp18.500/kg. Adapun HET beras premium di zona 1 adalah Rp14.900/kg, zona 2 senilai Rp15.400/kg, dan zona 3 senilai Rp15.800/kg.

Tak hanya itu, harga rata-rata beras medium naik di sejumlah wilayah. Namun secara rata-rata nasional naik tipis menjadi Rp13.709/kg. Harga beras tersebut naik 1,55% dari HET nasional yang semestinya di level Rp12.500/kg.

Harga rata-rata beras medium di zona 1 dibanderol Rp13.361/kg, zona 2 senilai Rp13.581/kg, dan zona 3 senilai Rp16.208/kg.

Adapun, harga rata-rata beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) atau beras Bulog turun sebesar 0,49% dari HET nasional Rp12.500/kg menjadi Rp12.439/kg di tingkat konsumen.

Harga rata-rata beras SPHP di semua wilayah kompak di bawah HET. Secara terperinci, beras SPHP di zona 1 adalah Rp12.213/kg, zona 2 senilai Rp12.767/kg, dan zona 3 senilai Rp13.333/kg.

(cw1/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru