Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Legislator Minta Pemerintah Kaji Ulang Program Strategis Keluarga Berencana Terkait Penyediaan Kontrasepsi

Pembangunan keluarga merupakan salah satu tugas pokok BKKBN yang perlu diperkuat

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago. (Foto: dok instagram/@ irmasuryani.offical)
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago. (Foto: dok instagram/@ irmasuryani.offical)
A A

, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago menyoroti keterbatasan anggaran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional () yang tidak mencakup penyediaan dan pendataan keluarga lima tahunan.

Ia menilai pemerintah perlu mengkaji ulang agar program strategis pembangunan keluarga berencana terkait penyediaan alkon () ini akan menjadi masalah ketika masuk dalam bonus demografi.

Politikus NasDem ini juga menegaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan salah satu tugas pokok yang perlu diperkuat. Ia mengungkapkan, dari sekitar 7,91 juta kehamilan per tahun, terdapat 2,8 juta atau 38 persen yang tidak diinginkan.

Baca Juga : BKKBN Provinsi Sumatera Utara Gelar Program Quick Win "Flower Bee Honey" di Medan Amplas

“Akibat kehamilan yang tidak diinginkan itu banyak terjadi TPPO, diijon, bahkan anak-anak diperjualbelikan oleh oknum yang tidak jelas. Dari jumlah itu, sekitar 1,8 juta berakhir dengan aborsi, sebagian besar dilakukan tidak aman. Ini jelas membahayakan,” tegas Irma, Jumat (5/9/2025).

Kondisi tersebut, menurut Irma, seharusnya mendorong BKKBN, Kementerian Kesehatan, dan BPOM untuk memperkuat koordinasi. Ia mengingatkan, tanpa sinergi, strategi promotif dan preventif tidak akan berjalan, sementara beban kuratif semakin tinggi.

Baca Juga : Kantor PKK dan KB Kecamatan Panyabungan Terbakar, Diduga Ada Bahan Kimia yang Terbakar

“Program-program strategis pembangunan keluarga berencana ini akan bermasalah ketika kita masuk bonus demografi. Kalau sekarang saja belum ada solusi, dengan lapangan kerja sempit dan PHK besar, ditambah rakyat miskin tidak punya akses kontrasepsi, ini bisa jadi bencana,” tegas anggota BURT DPR ini.

Irma menegaskan, dengan desakan agar pemerintah menambah anggaran BKKBN demi mendukung program yang lebih efektif. Ia menilai, Kementerian Keuangan dan Bappenas perlu segera memberi perhatian serius terhadap kebutuhan tersebut.

“Perlu Bapak sampaikan kepada Presiden, Menteri Keuangan, dan Bappenas bahwa ini penting. Anggarannya harus disesuaikan agar semua program bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

(cw1/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait